Izinkan Aku Mencintaimu dengan Iman

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

[5 Januari 2019 – 20 hari menjelang pernikahan (beneran nih mau nikah? hh) ]

Malam ini, lanjut dengerin nasyid cinta #eh di youtube. Qadaarullaah nemu video di bawah ini. Kok rasa-rasanya syair nasyidnya mewakili diriku ya? (Update: mas suami pas buka link nya & denger instrumen awal2nya langsung komentar kalau nasyidnya ‘alay’, wkwk)

Sehabis mendengarkan, di menit ke sekian, tetiba aku terinspirasi untuk membuat tulisan dengan judul di atas, hihi. Ya, “izinkan aku mencintaimu dengan iman”. Ya, mencintai dengan iman. Kenapa? Sebab, aku tak ingin mencintai karena nafsu semata. Aku ingin mencintai dengan cinta yang dibimbing iman kepada-Nya. Aku ingin cinta yang terlahir atas dasar keimanan kepada-Nya.

Sekarang–20 hari menuju pernikahan–apakah aku sudah mencintaimu? Entahlah, aku tak tahu. Yang jelas, aku tak ingin menaruh harap yang berujung kecewa. Yang jelas, aku tak ingin berangan panjang yang membuatku sengsara. Yang jelas, saat ini kita (masih) bukan siapa-siapa. Sekadar (hanya) calon saja. Segala kemungkinan masih bisa terjadi (jika Allah mengizinkan) walaupun tentu kita tetap berdoa semua (akan) berjalan baik-baik saja. Tetap saja, aku tak ingin mendahului ketetapan-Nya.

[22 Februari 2019 – empat pekan setelah pernikahan]

Aku mulai paham definisi cinta yang sesungguhnya. Bukan ‘cinta’ seperti yang lalu-lalu (yang bisa jadi bukan cinta yang sebenarnya). Cinta yang ini lain. Ada pengorbanan di sana. Ada pemahaman satu sama lain di dalamnya. Ada keterbukaan, ada saling mengingatkan dan menguatkan, juga ada keinginan untuk menyelaraskan irama langkah kaki agar beriringan. Cinta yang selalu berpangkal pada tanya, “sudahkah Allah rida dengan ikhtiar baktiku kepada ia yang jadi imamku?”.

Ada selalu cacat dan kekurangan yang membuat diri khawatir ketiadaan ridanya atas keterbatasan baktiku. Hanya harap semoga Allah mampukan diri mempersembahkan bakti terbaik. Harap selalu Allah ampunkan setiap alpa dan lupa diri. Semoga Allah jaga cinta ini. Semoga Allah kekalkan ikatan cinta ini yang semoga selalu ditautkan dalam keimanan kepada-Nya.

*Diedit pada 22022019, empat pekan setelah hari pernikahan. Rencananya sih mau ada muhasabah empat pekan pernikahan (terinspirasi dari tulisan di salah satu blog yang kuikuti). Kira-kira apa ya hasil muhasabahnya?

2 thoughts on “Izinkan Aku Mencintaimu dengan Iman

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s