Beruntungnya Orang-Orang Shalih

Bismillaah…

Satu hal yang terbersit dalam pikiranku ketika mencoba menghayati makna bacaan tahiyat dalam shalat: betapa beruntungnya (jika kita termasuk dalam) orang-orang shalih. Betapa tidak beruntung? Dalam sehari, setidaknya mereka dido’akan minimal sebanyak sembilan kali oleh setiap orang muslim yang mendirikan shalat.

Dari perenungan itu, kemudian aku pun bertanya-tanya dalam hati: adakah aku (sudah) termasuk ke dalamnya? Jika iya, Allaahu Akbar wa lillaahilhamd! Betapa bahagianya mendapat curahan do’a orang banyak. Adakah yang bisa menghitung jumlah muslim dari awal dulu disyari’atkannya shalat hingga saat ini dan nanti menjelang hari kiamat? Betapa tak terhitung banyaknya do’a keselamatan yang dilangitkan untuk kita (jika termasuk orang shalih/ah)?

Sebaliknya, bagaimana jika kita belum atau bahkan tidak termasuk orang-orang shalih itu? Betapa meruginya kita kehilangan kesempatan untuk dido’akan seluruh muslim di sepanjang masa (yang mendirikan shalat). Maka semoga–jika belum shalih/ah–shalatnya kita bisa mengantarkan kita agar termasuk dalam golongan orang-orang shalih itu. Bukankah malaikat turut mengamini do’a orang-orang yang mendo’akan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu dan mendo’akan hal serupa bagi yang berdo’a? Lalu, adakah alasan kita untuk meninggalkan shalat atau tidak sungguh-sungguh dalam (berdo’a di dalam) shalat kita?

Betapa indah cara-Nya memberikan limpahan kebaikan bagi hamba-Nya. Betapa indah syariat-Nya yang Dia susun sedemikian rupa. Betapa indah ketentuan-Nya yang menjadikan shalat sebagai ibadah wajib seorang muslim, bahkan menjadi amalan pertama yang dihisab. Dengan begitu, kita seolah-olah ‘dipaksa’ berdo’a yang di dalamnya tidak hanya do’a untuk diri sendiri, tapi juga untuk para Nabi dan orang-orang shalih. Bukankah di luar shalat kita kadang (atau sering) masih terlupa untuk berdo’a memohon kebaikan kepada-Nya?

Sebagai penutup, ada do’a indah yang diajarkan oleh Nabiyullaah Ibrahim as., sang Khaliilullaah, yang diabadikan dalam Al Quran Surat Ibrahim ayat 40:

rabbij’alnii muqiimashshalaati wa mindzurriyyatii, Rabbanaa wa taqabbal du’aa” (Wahai Tuhanku, jadikanlah aku dan anak keturunanku termasuk orang-orang yang mendirikan shalat; Wahai Tuhan kami, perkenankanlah do’a ku). Sungguh tiada do’a paling indah kecuali do’a yang langsung diajarkan oleh Sang Maha Mengabulkan Do’a melalui kalam-Nya. Sungguh, hanya kepada-Nya lah segala pinta dan harapan dipanjatkan.

Wallaahu a’lam.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s