Kau Mau Jadi Rivalku? Kompetitorku?

Bismillaah…

Mungkin akan menyenangkan jika kau menjadi kompetitorku nanti.

Ah, tidak perlu nanti, bahkan sejak pertama kali kita bertemu, kau seperti sudah menabuh genderang kompetisi.

Kau mendahuluiku dalam amal atas prinsip yang sudah lama ingin kutegakkan.

Setelah itu pun, aku perlu waktu setahun (menguatkan diri) untuk mampu menegakkannya.

Selain itu, menjelang kepergianmu, kau pun menambah daftar kompetisi itu, walaupun kau sempat membuatku tersenyum girang dalam hati mendengar cerita tentang caramu mengawali amal itu.

Kau kembali mendahuluiku dalam menjemput cinta-Nya dengan amalan sunnah Rasul-Nya.

Amalan yang kurasa dibandingkan keadaanmu saat itu, keadaanku jauh lebih mendukung untukku mengamalkannya.

Semenjak itu, aku ingin berkompetisi denganmu.

Menjadikan dirimu kompetitorku.

Maukah kau menjadi rivalku? Kompetitorku?

Rivalku dalam meraih cinta-Nya.

Kompetitorku dalam memohon ampunan-Nya.

Bukan Parter in Crime, tapi Partner in KindnessPartner in Discussion mungkin? dan–a whole question-nya–Partner in Life?

Ah, aku belum mampu menanyakannya langsung padamu.

Biar Allah saja dulu yang menyapaikan pertanyaan itu, ya?

Aku percaya Dia punya cara yang lebih baik untuk menyampaikannya, jika Dia menghendakinya. 🙂

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s