2017: (Dimulainya) Tahun(-Tahun) Penuh Kejutan(?)

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillaah, tsumma-alhamdulillaah. Hanya pujian yang patut dihaturkan kepada-Nya. I can’t describe my feeling. Gado-gado rasa tetap ada. Senang, sedih, kecewa, haru, semangat, dan emosi lainnya yang dipergilirkan. Awal tahun yang sempat dibuat panik awalnya–dengan kabar yang membuat diri membayangkan akan menyesal selama-lamanya jika pulang terlambat–ternyata membuka hikmah atas keputusan ‘penuh drama’ di akhir tahun 2016 (yang sebelumnya hampir saja disesali). Lalu kini, akhir tahun yang sepertinya tidak mau kalah menarik dan mendebarkan dibanding awal tahun dan akhir tahun sebelumnya siap menutup (atau malah membuka?) tahun(-tahun?) penuh kejutan.

Subhaanallaah. Aku yakin Allah punya rencana indah. Aku yakin skenario-Nya adalah yang terbaik. “Allah tahu masa depan, sedangkan kita tidak”, kira-kira begitu nasihat ustadz Adi Hidayat. Benar memang dan aku memilih untuk mempercayakan masa depanku kepada-Nya. Aku hanya bisa memilih jalan mana yang akan aku ikhtiarkan, selebihnya keputusan-Nya yang akan menentukan apakah jalan yang kupilih itu sesuai dengan skenario-Nya atau tidak. Dia akan membukakan selebar-lebarnya jalan yang kupilih jika memang di situlah takdirku–yang telah ditentukan-Nya–harus berjalan. Jika tidak, Dia sendiri yang akan menutup jalan itu dan membukakan jalan lain yang telah dipersiapkan-Nya sebagai takdirku.

Allah Mahatahu yang dilahirkan maupun yang disimpan di hati. Barangkali kejutan-kejutan dari-Nya yang tiada henti ini adalah bentuk kasih sayang-Nya padaku. Pengetahuan-Nya atas diri yang (mulai) senang dengan kejutan dan mudah bosan pada sesuatu yang monoton. Ya, selamat menjalani sisa-sisa hari di tahun(-tahun) penuh kejutan dari-Nya, wahai diri. Semoga terus dijaga agar tetap husnudzan dengan-Nya. Tetaplah tersenyum seperti biasa dan menangislah jika memang itu membuat hatimu merasa lebih ringan dan sejuk karena mengingat-Nya. Selamat mempersiapkan diri untuk skenario-Nya selanjutnya. Selamat menuntaskan kewajiban yang masih ada.

Akhirnya, selamat menggenapkan ‘sa’i‘-mu di sini dan melanjutkannya di tempat baru. Biarlah Allah yang nanti keluarkan ‘zam-zam’-mu, jika tidak di tempat baru, mungkin akan Allah perjalankan dirimu ke sini lagi untuk mendapatkannya. Percayakan saja sepenuhnya pada-Nya dan berjalan sajalah di atas kehendak-Nya. 🙂

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s