Tamparan Keras

Bismillaah…

Qadarullaah tetiba nemu ini di beranda pasca kekhilafan yang untuk ke sekian kalinya kembali diri ini ulangi. Atas kekhilafan yang lagi-lagi terulang, ada sesal? Iya. Tapi sesal tanpa ada tekad kuat berubah dan benci untuk mengulanginya itu sama dengan omong kosong. Sungguh, syaithan tidak pernah berhenti mengintai dan melihat celah kelemahan kita. Terus saja sisi lemah kita akan dibidik dan di situlah syaithan akan menggoda kita terus hingga kita mengikuti bisikannya. Astaghfirullaah wa atuubu ilaih.

Menemukan video ini dan mendapati arti liriknya yang begitu membuat diri ini semakin merasa kecil. Dengan apa yang sedang diri ini rasakan, sungguh terasa masih kecil dan jauh amal.  Di tengah-tengah kemudahan dan kelapangan diri, masih saja seringkali mengeluh dan melenguh, tanpa ingat bahwa di sisi dunia lain, banyak saudara seiman yang bahkan mungkin kebal sudah dengan yang namanya getir pahit kesempitan dan kesusahan hidup. Namun, dengan segala himpitan itu mereka masih kuat hati meneruskan hidup dan tekad juang mereka tinggi.  :”

Terima kasih, Allah… atas tamparan keras ini. Semoga diri ini lebih kuat lagi melawan godaan syaithan dan lebih gigih lagi mengatasi kelemahan diri. Semoga terus Engkau ingatkan agar diri ini segera bertaubat dengan sebenar-benar taubat ketika dosa dan khilaf itu kembali menjerat. Aamiin.

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s