Kangen Pengen Nangis Banget #hiks

Bismillaah…

Maafkan judul yang rada alay, tapi nyata. Kangen banget pengen nangis. Ambigu ya? Apa yang dikangenin? Yang dikangenin itu bikin nangis? Yas yas yas. Aku kangen nangis. Pengen nangis, tapi butuh trigger buat nangis. #hiks (maka bersyukurlah yang dimudahkan untuk menangis karena ada yang pengen nangis pun belum tentu bisa nangis #hiks)

Di momen awal tahun baru Hijriah ini, mau sedikit flashback setahun ke belakang. Semoga bisa jadi trigger biar kangennya terobati. Rasanya, ada banyak momen yang terjadi setahun ke belakang ini. Kabar paling gembiranya, I feel the second turning point of my life after six years ago. Ya, momen yang paling membahagiakan dalam satu tahun ke belakang setelah sekian lama menunggu datangnya waktu itu.

Kalau harus diceritakan satu per satu, rasanya terlalu banyak. Beberapa hal yang mungkin cukup membekas dalam setahun belakangan ini adalah hikmah di balik extend waktu kelulusan (hampir seluruh waktu liburan semester bisa buat nemenin ibu opname), asam-manis-gurih-pahit(?)-nya proses pengerjaan tesis, momentum Ramadhan mubarak (di sini, very-very last days [bukan last minutes yah :D] merasakan kenikmatan yang luar biasa, maa syaa Allah, sepertinya puncak terasanya turning point keduaku ada di momentum ini), sidang tesis (oh yeah! walhamdulillaah Allah menguatkan hatiku untuk berani menghadapinya), momen silaturahim, penemuan (dan peneguhan) kembali tujuan/misi hidup, syukuran wisuda kali ke dua (akhirnya luluh juga hati ini sama nasihat bapak), lebaran Qurban di rumah (Alhamdulillaah, setelah enam tahun berturut-turut lebaran Qurban di perantauan), trip to Jogja (lagi, untuk ke sekian kali, tapi kali ini beda rasa!), memulai lembaran hidup baru, dan adaptasi lagi. Beberapa-nya banyak juga ya ternyata, hihii… Realitanya jauh lebiih banyak. Alhamdulillaah wa hadzaa min fadhli Rabbii.

Begitu banyak nikmat dan karunia Allah dengan segala nano-nano yang dirasakan di balik itu. Jauh lebih banyak nikmat dan karunia Allah dibanding ujian kesulitan dan kesusahan. Ujian pasti ada, nikmat atau tidak rasanya tergantung cara penyikapannya. Ada kalanya diri ini lupa dengan nikmat Tuhannya, jadilah ia rasa berat itu cobaan. Kali lain, Allah karuniakan diri ini untuk rida dan merasa cukup dengan pemberian-Nya, maka yang terasa hanya manis dan rasa “nerima ing pandum“.

Lalu, di awal tahun baru ini, tidak ada yang lebih patut untuk diungkapkan selain rasa syukur yang (semestinya terus) bertambah. Allaahu Akbar. Selanjutnya, adalah tugas diri untuk membuktikan apakah diri ini sudah benar-benar bersyukur atau belum. Bersyukur dengan membuktikan rasa syukur dengan mengejawantahkannya dalam setiap laku diri, gerak hati. Adakah ia jujur dengan apa yang diungkapkannya ataukah ungkapannya sekadar “gombalan” yang nantinya terbuang (tak diterima oleh-Nya, na’udzubillaahimindzalik). Wahai diri, saatnya untuk bercermin. Bersihkan cermin*)-mu hingga terlihat jelas seperti apa sesungguhnya rupa keadaanmu. Agar tak bias engkau memandang dirimu itu. Jujurlah, karena sesungguhnya Allah Mahatahu yang ‘kau lahirkan ataupun ‘kau sembunyikan.  Jujurlah dengan hatimu, jujurlah pada keinginanmu. Ingatlah, Allah sesuai prasangka hamba-Nya. Maka, jangan bermain-main dengan hati. Sudah ya, jaga hatimu. Jaga asupannya. Segera obati jika sakit terasa.

Selamat berhijrah menjadi diri yang baru. Selamat berhijrah menuju lembaran hidup yang baru. Semoga engkau semakin semangat memperbaiki diri dan terus-menerus tekun memohon petunjuk dan pertolongan dari-Nya.

Bismillaah, mari berHIJRAH! Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.

 

*) cermin diri adalah hati

[sudah sampai sini, masih belum bisa nangis #hiks, ya sudahlah, mohon do’akan ya, semoga ini bukan pertanda matinya hati, mungkin keras iya, tapi semoga bisa melunak, mohon do’anya yaa]

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s