Sing Dawa Ususe

Bismillaah.

Rasa-rasanya pepatah jawa ini benar adanya. Dawa ususe artinya panjang ususnya. Kalau dipikir-pikir, usus–sebagai salah satu organ pencernaan–jika dia semakin panjang, maka proses pencernaannya pun semakin lama. Karena lama, jadilah proses pembuangannya semakin lama pula (jika tidak bisa dikatakan semakin tertunda). Namanya pembuangan, pasti yang dibuang adalah yang sisa atau yang tidak terpakai (berlebihan).

Nah, rasanya pepatah ini sangat representatif untuk sebuah keadaan yang meminta seseorang untuk menunda pengeluaran segala macam emosi yang sisa atau berlebihan (yang tidak bermanfaat atau berakibat buruk) untuk kemudian setelah saatnya tepat disalurkan pada tempat yang semestinya. Menunda dengan mencoba menyerap sebanyak-banyak manfaat selama keadaan itu berlangsung. Manfaat apa? Hikmah dan ibrah (pelajaran hidup)!

Jadi, mari “panjangkan usus”. Menahan ‘pembuangan’ segala sisa yang berlebihan dan tidak baik untuk dikeluarkan pada tempatnya di saat yang tepat (sudah terkendali). Mari “panjangkan usus” dengan bersyukur sebanyak-banyaknya atas segala macam pemberian-Nya dan mengambil  pelajaran dari apa yang telah ditentukan-Nya. Tentu, semua itu hanya bisa dilakukan dengan pertolongan dan bantuan-Nya. Maka, laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.

 

 

*Sebuah pikiran random. Jeda sejenak. Sebelum melanjutkan apa-apa yang harus segera diselesaikan.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s