Jawaban Allah Selalu Tepat

Bismillaah. 

Qadarullaah, secara random kebuka note ini yang sepertinya dibuat dalam rangka memenuhi suatu request. Rasanya, judulnya sudah cukup jadi jawaban dari Allah atas apa yang sedang terjadi. Semoga bisa diambil pelajaran untuk seterusnya.

 

Tak Ada Pengakuan Iman Tanpa Ujian

Sunday, June 19, 2016

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Mungkin kita sudah hafal benar bahwa sesungguhnya hidup adalah ujian. Lantas, ujian untuk apa? Jika kita mengingat awal penciptaan kita, kita diingatkan bahwa sesungguhnya kita (manusia) diciptakan dalam keadaan fitrah. Firman Allah swt dalam Al Quran surat Al A’raaf ayat 172:

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,”

Sebelum kita dilahirkan ke dunia, Allah sudah mengambil janji kita, janji tentang keimanan. Janji ini yang kemudian harus kita buktikan mulai dari ketika kita terlahir di dunia sampai kita meninggalkan dunia. Dari surat Al A’raaf ayat 172 tersebut kita juga tahu bahwa Allah mengambil janji kita agar kelak di hari kiamat, kita tidak mengelak ketika dimintai pertanggungjawaban atas keimanan kita selama di dunia. Karena itu, satu-satunya cara agar kita selamat di hari akhir adalah dengan memenuhi janji keimanan kita pada-Nya: beriman kepada-Nya. Namun, seperti yang kita tahu, ternyata tidak semua manusia di dunia ini beriman. Maka, jika kita bicara tentang ujian dalam hidup, sesungguhnya ujian itu adalah ujian keimanan.

Dalam suatu kesempatan, saya pernah mendengarkan ceramah Dr. Zakir Naik. Saya terkesan dengan analogi tentang ujian hidup yang beliau sampaikan. Analoginya kurang lebih begini:
Ketika kita bersekolah atau kuliah, untuk lulus suatu matapelajaran atau matakuliah, kita terlebih dahulu perlu mengikuti ujian. Hasil ujian ini yang akan menentukan kita lulus atau tidak lulus matapelajaran atau matakuliah tersebut. Jika hasilnya kurang dari batas minimal kelulusan, tentu kita tidak akan lulus.
Begitu halnya ujian dalam hidup. Untuk lulus dalam ujian hidup ini, kita mesti melampaui batasan minimal kelulusan. Jika kita lulus, maka in syaa Allah kita akan selamat di hari akhir, sebaliknya, akan celaka orang-orang yang tidak lulus ujian keimanan ini.

Sebagai seorang muslim, sudah semestinya kita bersyukur atas karunia keimanan yang Allah berikan. Kita mesti bersyukur karena tidak semua orang dapat merasakan manisnya keimanan kepada Allah. Akan tetapi, selama kita masih hidup, kita tidak akan aman dari uji. Kita tidak bisa serta merta mengaku beriman kecuali telah lulus ujian keimanan yang Allah berikan. Maka sejatinya, “Tak ada pengakuan iman tanpa ujian.” Allah menegaskan hal ini dalam Al Quran:

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS At Taubah ayat 16)
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”
(QS Al Baqarah ayat 214)
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
(QS Al Ankabut ayat 2)

Maka, semoga kita termasuk orang yang bersyukur kala diuji, karena itu berarti, Allah memberikan kesempatan kita untuk lulus ujian keimanan. Artinya, kita diberi kesempatan oleh Allah untuk menjadi golongan orang-orang yang beriman dan meningkatkan keimanan kita seiring dengan level ujian yang Allah berikan. Ujian hidup pun tidak selalu berupa kesulitan atau musibah karena sesungguhnya kesenangan dan kemudahan dalam hidup ini adalah juga ujian. Maka, semoga kita termasuk orang yang peka dengan uji. Ketika diuji dengan kesulitan, kita tetap bersabar dan mudah-mudahan tetap mampu bersyukur. Pun ketika kita sedang dalam kelapangan dan kesenangan hidup, kita sadar bahwa kita sedang diuji apakah tetap dalam keimanan pada-Nya–dengan mengakui semua kelapangan dan kesenangan itu adalah karunia-Nya–atau sebaliknya–kufur dengan nikmat-Nya, na’udzubillaahimindzalik.

Kita juga diingatkan oleh pesan Allah kepada orang-orang yang beriman dalam Al Quran surat Ali ‘Imran ayat 102 :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. “

Betapa besar kasih sayang Allah terhadap orang-orang beriman. Allah berpesan kepada orang-orang beriman agar tetap dalam keimanan dan keberserahan diri kepada-Nya sampai mati. Allah berpesan agar kita menjaga keimanan kita sampai akhir hayat kita. Bahkan, Allah menggunakan kata ‘jangan’, yang dengan keterbatasan ilmu saya, sepemahaman saya, seolah-olah Allah melarang kita untuk mati kecuali (sampai) kita dalam keadaan muslim. Seolah-olah, Allah ingin kita kembali pada-Nya tetap dalam keadaan muslim. Padahal, itu sama sekali tidak sedikitpun mengurangi keagungan dan kebesaran-Nya. Namun, kita bisa melihat itu sebagai gambaran betapa besar kasih sayang Allah kepada orang-orang yang beriman. Maka, semoga setiap ujian yang kita alami dapat (dijadikan sarana untuk) menjaga kita dalam keimanan sampai akhir hayat. Aamiin.

Wallaahu a’lam bishshawab. Wallahul musta’an.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s