Berkeluh Kesah Lagi Tak Pernah Puas

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Subhaanallaah, Maha Suci Engkau ya Allah dari segala kekurangan dan kelemahan makhluk-Mu.

Maha Benar Engkau dengan segala firman-Mu.

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah” (QS. Al Ma’arij 19-20)

Benarlah jika Engkau sampai berfirman seperti itu. Hamba-Mu ini sungguh pendek sekali pikirannya jika tidak Engkau bantu bukakan hikmah-Mu. Mudah sekali mempertanyakan “mengapa? kenapa seperti ini? kenapa bukan begitu?”

Subhaanallaah, entah sudah tak terhitung berapa kali hamba-Mu ini mempertanyakan setiap ketetapan-Mu. Sudah begitu, lupa pula dengan nikmat dan karunia pemberian-Mu yang tiada pernah berhenti barang sedetik pun.

Subhaanallaah, di dunia ini memang tak kan pernah kami merasa puas. Karena sungguh, dunia hanya tempat singgah kami. Kami akan puas manakala kami tahu Engkau rida atas kami. Dan kami tidak akan pernah tahu itu, sampai Engkau tampakkan keridaan-Mu kelak, manakala kami kembali pada-Mu.

Subhaanallaah, izinkan kami jadikan setiap yang manis di dunia ini sebagai penghibur rasa rindu kami. Rindu kami pada-Mu, pada Rasul-Mu, pada kampung akhirat kami. Rindu kami menatap wajah-Mu. Izinkan setiap duka dan lara, pedih dan perih yang kami rasa, sebagai peluruh kerak di hati kami. Agar kelak ketika kami kembali, hati kami telah bersih lagi.

Subhaanallaah, walau rasanya tak pantas diri ini memelas. Tapi, bagaimana lagi? Hanya ini yang kami mampu. Bukankah dunia ini milik-Mu? Kehidupan kami adalah kepunyaan-Mu? Lalu, jika bukan kepada-Mu, kepada siapa lagi? Engkau Mahatahu buruknya diri kami. Maka cukuplah Engkau saja harapan kami. Engkau sangat bisa membuka semua aib kami, tapi sungguh kasih sayang-Mu yang teramat besar telah menutup besarnya aib kami.

Maka, seperti yang pernah guru kami ajarkan, izinkan kami berdo’a kepada-Mu:

Ya Allah, bukakanlah pintu hikmah-Mu.

Kami kembali memohon untuk dibukakan pintu hikmah-Mu. Karena sungguh, kami buta tanpa petunjuk-Mu. Pandangan kami buram tanpa bantuan penglihatan-Mu.

Alhamdulillaah, terima kasih telah mengembalikan kesadaran kami setelah sempat kesadaran kami hilang. Terima kasih telah menuntun kami kembali meski sempat kami tersesat. Terima kasih atas segala karunia dan kasih sayang-Mu. Engkau Mahatahu, sesungguhnya hanya Engkau yang kami butuhkan, walaupun sering kami lupa. Maka ingatkan kami saat kami lupa. Sungguh, kepada siapa lagi kami meminta dan memohon? Jika bukan Engkau. Pun, lisan kami beku, malu untuk mengadu. Sesungguhnya, Engkau pengharapan kami.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s