Buka (Paksa) Mata Hatimu

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

 

Duhai diri, yang seringkali tidak tahu diri
Duhai jiwa, yang seringkali tidak tahu malu
Duhai hati, yang seringkali tidak (mau) luluh melembut

Apa lagi yang kau tunggu?
Kabar yang jauh lebih buruk lagi (dari kabar ‘tadi’)?

Apa lagi yang kau cari?
Kesenangan diri dengan mengabaikan kondisi di luar diri?

Apa lagi?

Tidak cukupkah berita (yang terlambat kau tahu) ini menjadi tamparan keras untukmu?
Tamparan untuk menurunkan egomu
Tamparan untuk menghabisi jiwa pecundangmu
Tamparan untuk merontokkan kerasnya hatimu

Aku harap ini cukup!

Jangan sampai kau menunggu datangnya berita yang jauh lebih buruk dari ini demi untuk berubah! Na’uudzubillaah, tsumma na’uudzubillaah!

Aku tahu sebenarnya kau mampu
menurunkan egomu,
mengenakan kembali pakaian malu pada jiwamu,
melunakkan hatimu

Yang kau perlu lakukan hanya satu
Mendekatlah, mengakulah, dan mengadulah pada-Nya

Sekecil apapun langkahmu untuk mendekati-Nya
itu jauh lebih baik daripada diammu
Kau tahu kan? Sejengkal saja kau mendekati-Nya, Dia akan mendekatimu sehasta

Tidakkah kau rasakan panggilan-Nya di setiap resah yang kau rasakan?
Dia memanggilmu untuk mendekat pada-Nya, melalui resahmu

Teruslah mendekat, meski kau semakin melihat buruknya perilakumu, suramnya masa lalumu
Bukankah akhir itu lebih baik dari permulaan?
Maka, jemputlah akhir yang baik itu!

Melangkahlah terus, sembari mengharap pertolongan-Nya
Mungkin untuk saat ini kau akan sedikit merasa lelah
Tak mengapa, itu hanya sedikit, kau bisa, itu baru satu anak tangga

Melangkahlah terus, sembari mengingat luas karunia-Nya
Mungkin untuk saat ini kau akan sedikit merasa sakit
Tak mengapa, itu hanya sedikit goresan, nanti juga akan menutup, menyisakan kenangan manis

Melangkahlah terus, sembari mengingat kasing sayang dan rahmat-Nya
Mungkin untuk saat ini kau akan sedikit merasa berat
Tak mengapa, itu hanya tambahan kecil, kau bisa memikulnya, nanti kau akan menjadi lebih kuat

Mau kah kau berjanji padaku?
Maksudku, kita berjanji bersama-sama
Berjanji untuk saling mengingatkan
Setiap yang kita lakukan adalah untuk-Nya
Setiap perbuatan kita, kita persembahkan kepada-Nya
Setiap bakti kita untuk meraih keridaan-Nya
Lelah kita, sakit kita, berat yang kita rasakan, semua untuk-Nya
Maka, cukupkanlah hanya kepada-Nya aduan kita

Mulai sekarang, janji ya?
In syaa Allah
(semoga Allah membantu kita mengingat dan menepati janji kita)

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s