Pribadi Tangguh

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Belum genap dua jam, Allah langsung membendung aliran tanya yang sempat tak terbendung rasio. Allah kembali menyadarkan bahwa di pundakku masih ada tugas yang mesti kutunaikan, tanggung jawab yang mesti kupikul, dan kewajiban yang mesti kutuntaskan. Allah memperlihatkan bahwa ada orang-orang yang haknya harus kusampaikan. Allah memberiku pemahaman bahwa semua tugas, tanggung jawab, dan kewajiban itu hanya bisa dirampungkan oleh pribadi yang tangguh. Maka, jika diri ini hendak merampungkan semua tugas, tanggung jawab, dan kewajiban yang ada di pundak, diri ini mesti tangguh. Pundak yang memikulnya mesti kokoh. Tentu, semua itu tak kan mampu tercapai tanpa pertolongan Allah.
Pribadi yang tangguh bukanlah pribadi yang hanya (mampu) mengandalkan dirinya sendiri, tetapi ia adalah pribadi yang sadar bahwa kemampuan dirinya terbatas, tetapi kekuatan Rabb-nya tidak terbatas. Dengan begitu, dia terus berusaha sembari meminta pertolongan Rabb-nya agar Rabb-nya menggerakkan seluruh pasukan yang ada di langit dan di bumi untuk membantunya. Agar hukum mestakung (semesta mendukung) berlaku atas dirinya dengan pertolongan Rabb-nya.
Hasbiyallaah, laa ilaaha illallaah, ‘alaihi tawakkaltu, wa huwa rabbul ‘arsyil ‘adziim. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaaahil ‘aliyyil ‘adziim.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s