(Bisa Dibilang) Jiwa Detektif

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Semalam, saya teringat akan satu hal yang sempat saya niatkan akan saya lakukan selepas kedatangan salah seorang sahabat ke rumah. Sahabat yang kali pertama kutemui delapan tahun lalu, semasa SMP. Kami tidak satu sekolah, tidak pernah sama sekali, bahkan sampai sekarang kuliah. Akan tetapi, Allah menghendaki perkenalan kami delapan tahun lalu terjaga dalam bingkai persahabatan sampai sekarang. Di sini, saya sedang tidak akan membahas bagaimana akhirnya kami menjalani hubungan pertemanan dan persahabatan sampai saat ini.

Ada satu hal yang menarik perhatianku saat kedatangannya ke rumahku tempo lalu. Ternyata, ada (seseorang) yang sedang (mencoba) mencuri perhatiannya, hihii. Terang saja ini menjadi kabar menarik buatku. Inilah yang kemudian menjadi pemicu keluarnya jiwa detektifku (sok-sokan nih) :pDalam hati saya bertanya, “siapa sih yang sedang (mencoba) ‘mencuri perhatian’ sahabatku ini?”. Saya penasaran, sosok seperti apa orang itu. Seperti dituntut untuk memastikan bahwa orang itu adalah orang yang ‘benar’, akhirnya, saya pun meniatkan diri untuk mencari sedikit informasi tentang orang itu. Tentu, sarana yang paling mudah adalah lewat facebook, karena (selain sahabat saya ini pernah menyebutkan nama orang itu) pasti dia ada di lingkaran pertemanan sahabatku ini, hihii.

Akhirnya, saya pun menemukan profil orang itu dan sedikit melakukan screening di dindingnya sebatas ingin tahu profil singkat si orang itu. Boleh juga, kataku. Kalau memang i’tikad-nya baik, in syaa Allah saya mendukung seratus persen lah ya, hihiii (mendukung apa nih? wkwk, mendukung ke jalan [cinta] yang benar :D). Wah, sudah berasa seperti orang tua yang mau menyeleksi calon menantu aja nih, hihii.  Eh tapi jangan salah paham dulu. Saya melakukan itu demi memastikan sahabat saya ini mendapatkan orang yang tepat, baik agamanya tentu syarat utamanya. Kalau ditambah sedikit cerita sahabat saya tentang ‘hobi mulia’ orang itu, wah, itu jadi poin plus sendiri. Hanya satu harapan saya, ketika pada saatnya nanti kami (harus) tiba pada fase hidup kami selanjutnya, semoga ikatan persahabatan yang selama ini terjalin tetap utuh dan merekat kuat. Semoga ikatan ini terbawa juga sampai ke syurga-Nya kelak. Aamiin. (Karena itu, kita mesti memastikan setidaknya mengusahakan orang yang membersamai kita adalah orang yang tepat, bukan? 🙂 Dengan tetap meminta pertolongan dan petunjuk dari-Nya tentunya, in syaa Allah)

*PS: Dear my beloved friends, selamat menyelesaikan skripsi dan ditunggu kabar baik(selanjut)nya :))) Semoga sukses dan lancar skripsinya. Ditunggu (kelanjutan studinya) di kampus kuning yak ^^
By the way, ada sedikit hadiah buatmu 😀
Baarakallaahu lakum 🙂

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s