Menjadi Baru #2:

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Subhaanallaah, ternyata berubah itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ketika rasa kecewa dan muak dengan keadaan (kebodohan) diri datang kembali, serasa ingin kabur saja ke dunia lain. Tapi, mana bisa? Pun bisa, apa yang sudah bisa kupertanggungjawabkan atas amalku selama ini. Duhai, sungguh pelupa yang belum sembuh-sembuh dari sifat lupanya. Ah, aku juga lupa. Allah tidak suka dengan orang yang (mudah) berputus asa dari rahmat-Nya. Kenapa aku tidak peka untuk terus meminta tolong pada-Nya. Kenapa tidak meminta langsung pada Sang Penggenggam Hati sekaligus Sang Maha Pembolak-balik Hati? Bukankah hati ini ada digenggaman-Nya?

Yaa muqallibal quluub tsabbit qalbi ‘alaa diinik. Yaa musharrifal quluub, sharrif quluubanaa ‘alaa thaa’atik.

Semoga aku tidak mudah dibodohi (lagi) oleh syaitan. Semoga aku tidak mudah ditunggangi (lagi) nafsu. Semoga aku tidak mudah diiming-imingi (lagi) oleh rayuan nikmat semu yang membinasakan. Duhai dunia, jangan kau tinggal di hatiku. Enyahlah dari singgasana hatiku. Biarlah hanya Allah saja yang berada di sana.

Semoga Allah meletakkan dunia di tanganku, bukan hatiku.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s