Yang ini BEDA!

image

Bismillaah..

Alhamdulillaahilladzii bini’matihii tathiimushshaalihaat.. Sungguh hanya karena Dia lah segala kenikmatan terasa sempurna. Seperti kali ini misalnya. Akhirnya, setelah sekian lama memendam rindu makanan lezat nan sedap dipandang mata dan dirasakan lidah, petang ini rindu itu terobati sudah. Kalian pasti familiar sekali dengan makanan ini. Makanan yang sangat mudah diperoleh, begitu juga untuk dimasak. Mudah saja sebenarnya memasaknya. Hanya saja, untuk mendapatkan hasil yang fresh, good looking, dan tentu saja sedap di lidah, bukan perkara mudah. Saya sendiri mengakui kalau saya belum mahir untuk (konsisten) memenuhi ketiga kriteria tersebut.

Oh ya, sebelumnya saya bocorkan sedikit di mana tempat saya mendapatkan makanan ini. Mudah saja mendapatkannya. Kalian bisa mendapatkannya di tenda makan dekat pos ojek di dekat pintu masuk UI di Kukel. Walaupun hanya dibuat di sebuah warung tenda sederhana, tapi tidak berarti hasilnya menjadi ala kadarnya ‘kan? πŸ˜€

Yang membuat saya jatuh hati pertama kali adalah rasanya yang lezat dan rempahnya yang terasa. Seperti tidak memakai penyedap sama sekali! (Ini yang saya dambakan) Beberapa rempahnya pun masih terlihat jelas potongan-potongan kecilnya. Rasanya sedap dan menyegarkan terutama jika disantap saat panas atau hangat. Walaupun dominan sayur, tapi kuahnya sungguh dapat mengalahkan rasa sayur yang yaa..tau lah yaa.. Seringkali orang tidak suka sayur karena rasanya yang hambar atau bahkan sedikit ke arah pahit, padahal sayur baik untuk tubuh kita. Inilah yang kemudian membuat saya merasa terpanggil untuk mencobanya lagi dengan membelinya sendiri (dalam hati saya juga berniat untuk bisa membuat capcay seenak ini, suatu saat nanti :3). Oh ya, ketika itu (kali pertama memakannya) saya ditawari oleh kakak kost saya. Maka saat itu bertanyalah saya di mana tempat membelinya.

image

Sederhana ya tampilannya? Tapi rasanya..yummy

Sebenarnya ada sedikit pengalaman menggelikan saat saya pertama kali membelinya, tapi rasanya saya mesti beralih ke pekerjaan lain. Jadi, lain kali saja kalau saya sedang berminat menceritakannya, hehe. Oh ya, kali ini saya merasa ada sedikit perubahan dari sebelumnya, seperti masalah kuantitasnya, hihiii.. Rasanya dulu pertama kali beli satu mangkok itu bisa hampir penuh. Mantap nggak tuh? Hehe.. Sampai sampai, saya pernah mensyaratkan, jika saya harus menghabiskannya sendiri karena tidak ada teman berbagi, maka saya mesti memakannya dengan tanpa nasi karena begitu banyak porsinya. πŸ˜€

Alhamdulillaah..

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s