Orang-Orang yang Berserah

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Pasca membaca pemberitaan mengenai wafatnya Mas Pepeng dan tulisan mengenai inspirasi dari Mas Pepeng Allaahu yarhaam, seketika aku teringat suatu percakapan dengan salah seorang teman. Dia bercerita bahwa ada kawannya yang bertanya kira-kira begini, “Mengapa Allah tidak membuat semua orang jadi baik?”
Kemudian, saat itu aku teringat siang atau senja di desaku beberapa tahun lalu, di rumahku, tepatnya di dekat sumur saat hendak mengambil wudlu. Saat itu aku sempat bertanya dalam hati, “mengapa Allah tidak menjadikanku malaikat saja? Dengan begitu, aku akan terus taat dan tidak bandel.” Kalau diingat-ingat, rasanya kurang ajar sekali kalau aku seenaknya mendikte Allah. Memang Allah bisa didikte? Jujur saja, saat itu memang sedang masa bandel-bandelnya. Astaghfirullaah.
Syukurlah, alhamdulillaah, Allah mengilhamkan kepadaku dan memberiku pengertian bahwa sebenarnya aku bisa lebih baik dari malaikat. Namun, jika aku melawannya terus, aku pun bisa jadi lebih buruk dari ciptaan terburuk. Kenapa? Karena sebagai manusia, Allah menciptakan potensi yang bisa menjadikanku (manusia) terbaik di antara jenis ciptaannya yang lain. Manusia diciptakan dengan memiliki akal, di mana tidak ada makhluk lain yang memilikinya selain manusia.
Hari ini aku teringat akan suatu terminologi, nama yang disandangkan oleh orang yang terjaga dalam fitrahnya: muslim. Kemudian aku teringat suatu ayat yang menyebutkan kosakata ini yang diartikan sebagai orang yang berserah. Kemudian aku tersadar, mungkin memang benar, orang-orang yang benar-benar berserah diri atas ketentuan-Nya sajalah yang (selayaknya) disebut seorang muslim. Maka, mulai saat ini dan seterusnya, semoga kita senantiasa mencukupkan diri dengan berserah diri sepenuhnya pada setiap ketentuan-Nya. Itu artinya kita mesti patuh dan tunduk sepenuh kemampuan kita. Namun, bukan berarti tanpa upaya. In syaa Allah.

Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.

Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?
(QS. Yunus ayat 99)

**tulisan ini sebenarnya adalah draft tulisan lama yang baru dirampungkan hari ini**

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s