Dua Bocil Menggemaskan

image

Bismillaah.

Bocil di foto sebelah kanan namanya Najwa. Umurnya baru menjelang enam bulan. “Lebaran nanti in syaa Allah genap enam bulan”, begitu lebih kurang kata ibunya. Baru bisa duduk, belum merangkak. Pipinya yang tembam dan badannya yang gembul sungguh menggemaskan. Matanya yang bulat dan korneanya yang pekat mengkilat sungguh memikat. Gadis kecil yang lebih terlihat ganteng dibanding cantik menurut saya. Kalau dicermati sih keliatan kok cantiknya, hehe.

Kalau bocil yang ada di foto sebelah kiri, sayangnya saya tak tahu namanya. Sepertinya saya sempat mendengar namanya, tapi sekilas lalu dan lupa. Yang jelas, bocil satu ini sebenarnya ganteng, tapi ibunya bilang dia (dibilang) cantik. Bocil ini juga tembam pipinya dan gembul badannya. Satu hal lagi yang menggemaskan dari bocil satu ini adalah kepalanya yang plontos, hehe. Beda sama bocil Najwa yang lebat rambutnya, bocil ini (hampir) botak. Dalam hati saya nyeletuk, ‘duh, ini anak kayak boboho aja, hihii’.

Ada beberapa adegan menggemaskan yang ditampilkan kedua bocil ini, tapi yang terekam di foto itu hanya salah satunya. Coba perhatikan, tepat di tengah foto terlihat tangan kanan si bocil Najwa menggenggam tangan kecil si ganteng. Kalau meminjam perkataan ibunya si ganteng ke Najwa sembari mencandainya, “kamu cewek, tapi kok agresif”  (hehe, benar juga). Kurang lebih itu yang membuat kami seketika tak bisa menahan tawa. Adegan satu lagi yang terekam mata saya adalah ketika si bocil Najwa menatap si ganteng dan tangan kecilnya hendak meraih (entah bagian apa di) muka si ganteng. Rasanya benar kata ibu si ganteng, bocil cantik ini agresif juga ya, hihii.. Eh, tapi pas si bocil Najwa duduk di samping kami (aku sedang berada di kereta bersama temanku) tangannya memang aktif memegang benda-benda di sekitarnya. Sepertinya dia memang sedang ada pada masa “belajar menggenggam”. Tas saya dan teman saya pun jadi objek pembelajarannya. Sesekali di juga mengarahkan kedua tangan kecilnya ke atas seperti hendak menangkap atau meraih sesuatu.

Bukan pertama kalinya saya mengamati bocil-bocil menggemaskan, tapi rasanya baru kali ini saya mendeskripsikan dan menjabarkan hasil pengamatan saya itu, hehe. Rasa-rasanya saya seperti pengamat dunia bocil saja. Mulai dari mengamati wajah mereka, tingkah laku mereka dan reaksi orang-orang di sekitar mereka. Walaupun sebenarnya saya masih belajar untuk “berani” mendekat dengan anak kecil. Ya, saya memang awalnya agak menjaga jarak dengan anak kecil, walaupun sebenarnya sangat ingin memegangi atau sekadar menyapa dan bermain dengannya. Sayangnya, rasa takut menyakiti atau melukai mereka masih sering mengalahkan rasa gemas saya. Rasanya mereka masih terlalu kecil dan rentan. Pengalaman saya yang dulu pernah membuat adik saya jatuh semasa kecil mungkin sedikit banyak meninggalkan trauma pada diri saya. Tapi memang, susah sekali menolak tarikan “magnet pemikat hati” para bocil yang menggemaskan. Karena itu, saya akan belajar untuk lebih “berani” (berinteraksi) dengan mereka, para bocil yang menggemaskan.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s