Mengeja Syukur: “Izrail Bilang…”

image

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah. Sungguh memang kita tak punya daya sedikitpun kecuali atas pemberian dari-Nya. Pertolongan-Nya. Tidak hanya tiada daya ruhani seperti yang terasa seminggu lalu, tapi kali ini Allah menyapa dan mengingatkanku akan ketiadaan daya jasmani. Begitulah. Secara menakjubkan Allah menyapa hamba-Nya yang lemah ini agar ingat bahwa setiap kekuatan hanya milik Allah semata.

Btw, kok baru nulis satu paragraf udah ngerasa baikan ya? Maa syaa Allah. Alhamdulillaah bini’matihii tathiimushshaalihaat. Sempurna benar terasa nikmat-Nya jika diresapi, biidzillaah.

Oh ya, sebenernya saya pengen refleksi aja sih. “Ngaca dengan baca”. Kok ya pas banget ini buku belum saya rampungin bacanya. Padahal udah lama nganggur di kamar, hihii.. Jadi deh saya punya sasaran baru untuk dilahap, hap hap, krenyesss (mungkin akan Yanisari akan ingat sesuatu kalau baca/lihat/dengar terminologi ini :P).

Ya sudah, terakhir saya mau nulis klo malam ini udah malam ke lima belaaaasss (huhuuaaaah).. Masih banyak yang harus diperbaiki dan dievaluasi. Semoga Allah sampaikan kita di penghujung Ramadhan ini dan memperkenankan kita mendapat setiap keutamaan Ramadhan terutama di malam Lailat al-qadr nanti. Aamiin.

Jaga kesehatan yaa buat yang lagi sehat. Tetap semangat dan sabar buat yang lagi sakit (in syaa Allah jadi jalan untuk mengangkat dosa-dosa kita kalau dijalani dengan sabar). Semoga syukur terus terpatri di hati kita. Aamiin.

Allaahul musta’aanu wallaahu a’lam bishshawab.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s