(Menguji) Takdir Allah

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillaahilladzii bini’matihii tatiimushshaalihaat (segala puji bagi Allah yang membuat segala nikmat terasa sempurna). Alhamdulillaah kulli haal ( segala puji bagi Allah atas segala sesuatu [perkara]). What a quality time. What a great time. Rasanya selalu seperti itu ketika sedang duduk mendengarkan, menyimak, menghayati, dan merenungi segala sesuatu berkaitan dengan kalam-Nya yang mulia, Al Qur`an Al Kariim. Pagi ini, meski harus menunggu cukup lama dari waktu mulai seharusnya untuk mendengar dan menyimak sebuah kajian yang ditunggu-tunggu, rasanya semua rasa penasaran dan harap-harap pasrah (karena sudah berjanji untuk kembali ke ‘habitat’ saja kalau jam 8 belum mulai) itu terbayar sudah ketika kajian dimulai tepat beberapa menit sebelum jam 08.00 WIB. Tepat saat kami hendak beranjak meninggalkan tempat kajian.
Teringat perkataan seorang kakak senior pada suatu kesempatan silaturahmi saat dia mengatakan bahwa sebenarnya dia hendak menguji takdir Allah. Apakah Allah berkehendak mempertemukan kami atau tidak. “Ternyata, takdir itu butuh diusahakan juga”, lurang lebih begitu kata beliau. “Usaha kalian untuk menunggu saya dan usaha saya untuk sampai di sini”, tambahnya. Saat itu beliau memang sebenarnya sudah ada agenda lebih dulu saat beliau diajak untuk silaturahim. Beliau pun berniat untuk menyusul saja dan beliau sempat berpesan ketika agenda silaturahim hampir selesai dan ditanya sedang di mana. Beliau berpesan jika agenda silaturahim sudah selesai, maka tidak perlu menunggu beliau.
Ya, kejadian pagi ini mengingatkan saya pada perkataan beliau tentang takdir. Saya pun berkesimpulan bahwa inilah takdir Allah untuk kami. Setelah ikhtiar kami untuk menunggu dengan kesepakatan batas tunggu. Secara tidak langsung, itu seperti menguji takdir Allah. Apakah kami ditakdirkan untuk (tetap) dapat mengikuti kajian atau tidak. Ternyata takdir Allah menghendaki kami untuk tetap bisa mengikuti kajian dengan dimulainya kajian tepat sebelum kami hendak beranjak pergi.
Begitulah, kami pun berkesempatan untuk menyimak kajian sampai sesi pertanyaan karena kami memutuskan untuk beranjak ke urusan lain saat itu. Takdir Allah manis sekali, indah. Kami mendapatkan semangat tambahan dan diingingatkan untuk memperbaiki interaksi kami dengan Al Qur`an. Kami diingatkan tentang persiapan kami menyambut tamu istimewa tahun ini: syahru Ramadhan. Kami diingatkan tentang keutamaan Al Qur`an dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya.
Alhamdulillaah.
Marhabaan yaa Ramadhaan.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s