Duniaku Tidak Jauh dari Dunianya

Bismillaah.. Semenjak kali pertama jatuh hati dan tertarik padanya, selalu saja betah berlama-lama dengannya. Berkutat dengan segala pernak-pernik miliknya. Memang, ada saja bagian yang bukan kesukaan dan sudah tentu ada bagian lain yang semakin menambah keterikatan hatiku padanya. Hingga pada suatu ketika aku memutuskan untuk tidak mengambil bagian dari aliran besarnya. Aku memilih jalur yang menjadi turunannya (penerapannya), aku memutuskan turun di aliran cabangnya. Alasanku saat itu, aku merasa diriku adalah seseorang yang cepat bosan dan kurang teliti. Tidak betah dengan yang (terlalu) mendetail dan monoton. Mungkin sampai sekarang masih begitu. Siapa sangka, waktu telah berlalu cukup lama dan duniaku kini pun ternyata tidak jauh-jauh juga dengan dunianya walau kenyataannya memang sifatku yang lama tidak banyak berubah. Ternyata mungkin memang, sadar atau tidak, hatiku masih terikat dengannya. Jujur saja, memang kesukaanku padanya tidak hilang sama sekali, bahkan mungkin bertambah dengan adanya aliran cabangnya yang lain yang belum lama ini kukenal. Ya, walaupun memang seringkali minat dan kemampuan tidak selalu sebanding, tapi bukankah belajar itu berlaku sepanjang hayat? Tugasku adalah menjadi pembelajar yang baik, bukan menjadi orang pintar (saja). Karena rasanya saat aku berpikir aku pintar, saat itulah aku menjadi (paling) bodoh. Ada saja yang membuatku (merasa) bodoh akibat merasa pintar. Wallaahu a’lam. Wallaahul musta’an. Semoga Allah menambahkan ilmu yang bermanfaat dan pemahaman yang benar (lurus) padaku. Aamiin.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s