“Sakjane ki ya bisa….

Sakjane ki ya bisa, tapi gelem pa ora.
(Bapak)

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Aku selalu suka cara bapak menguatkanku, membangkitkan kepercayaan diriku, dan menyadarkanku akan potensiku. Masih terngiang jelas kata-kata penguat yang terlontar dari kebijaksanaannya. Meski tahu benar seperti apa kelakuanku dan bagaimana keras kepalanya aku, bapak selalu mampu menghujamkan kata-kata bijak yang mengena.

Aku suka cara bapak membelaku, pembelaan yang menyadarkanku atas potensi yang sebenarnya kumiliki. Pembelaan yang akan selalu kuingat karena itu juga merupakan sebuah kepercayaan yang diberikannya padaku bahwa sebenarnya aku mampu jika aku mau. “Sebenarnya sih bisa, tapi mau atau tidak”, begitu dia membelaku suatu hari. Seketika itu aku tersenyum senang karena merasa dibela sekaligus tersadar bahwa sebenarnya aku bisa, hanya saja aku menunda untuk mau (mencoba) melakukannya.

Pak, Bu, sekarang aku sudah mencobanya di sini dan benar kata bapak, AKU BISA. Alhamdulillaah. Terima kasih atas kepercayaan kalian padaku. Hanya Allah yang mampu memberikan balasan terbaik untuk kalian. Semoga kelak aku dapat membuat kalian bangga (karena mendapat kehormatan) di hadapan-Nya. Aamiin.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s