Muak

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Sempat terpikir olehku, perubahan itu baru benar-benar terlaksana manakala diri sudah kadung muak. Ya, berubah menjadi apapun. Tentunya, perubahan ke arah yang lebih baik menjadi sebuah momen yang sangat didambakan setiap orang yang menginginkan kebaikan. Akan tetapi, kita tidak pernah bisa menjamin itu. Yang kita bisa hanyalah memasrahkan setiap urusan pada-Nya dan memohon pertolongan dari-Nya tersebab “tiada daya dan upaya melainkan karena pertolongan-Nya (laa hawla wa laa quwwata illaa billaah)”.
Maka kemudian kita meminta pertolongan-Nya dengan sabar dan shalat (wasta’iinuu bishshabri washshalaah). Agar Allah tuntut hati, pikiran, dan badan kita. Sehingga ikhtiar kita pun dalam kerangka ridha Allah di mana Allah yang gerakkan diri kita.
Semoga Allah tuntun kita untuk selalu kembali dan kembali lagi pada-Nya di setiap kita menjauhi-Nya. Semoga Allah lembutkan hati kita. Semoga Allah tuntun kita untuk sepenuhnya tawakal pada-Nya.

Allahu a’lam, wallaahul musta’an.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s