Rumah itu … (1)

بسم الله الرحمنالرحيم

Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin.

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam. Tersebab nikmat dan karunia-Nya lah tulisan ini bisa jadi juga. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya sehari atau dua hari lalu terlintas (seperti biasa, banyak sekali lintasan-lintasan dalam hati dan/atau pikiran) sebuah pertanyaan. Pertanyaan atas apa yang diri alami yang memicu harapan pada diri agar segera membaik. Pertanyaan yang muncul  atas harapan tentang adanya perubahan dalam perilaku diri. Yang mana untuk mengubah perilaku butuh perubahan pola pikir pada diri. Setelah memanggil beragam memori dan informasi yang dapat membantu diri menemukan pola pikir baru, tercetuslah ide untuk bertanya pada diri sendiri.

Sebenarnya, selama ini aku menganggap rumah (tempat tinggal) sebagai apa sih?

Mungkin pola pikirku selama ini keliru. Bisa jadi persepsi atau pemaknaanku akan rumah (atau kost, boleh juga lah) kurang tepat. Nah, dari satu pertanyaan itu kemudian muncul pertanyaan-pertanyaan turunannya, seperti:

Tujuanmu di rumah untuk apa? Yang kamu harapkan saat di rumah apa?

Satu per satu pertanyaan pun saya coba jawab sendiri. Kemudian saya rumuskan pola pikir baru (yang sebenarnya nggak baru juga karena saya mengambilnya dari apa yang pernah saya pelajari). Pola pikir ini yang saya harapkan mengubah perilaku (buruk, sia-sia) saya yang seringkali saya caci maki sendiri (walaupun dalam hati), tapi masih juga terulang atau sengaja diulang sebab (mudahnya) memaklumi diri sendiri.

Oh ya, sebelum saya mengemukakan pola pikir saya tentang makna rumah, saya mau berbagi persepsi teman-teman saya tentang makna sebuah rumah. Ya, saya iseng nanya sebenarnya, tapi memang punya rencana untuk menukilnya dan menuliskannya di sini. Sebenarnya, untuk nyari sudut pandang lain saja. Selain itu, penasaran juga, ada yang sama atau mirip nggak ya dengan yang sudah saya rumuskan? Hehe.
Pertanyaan ke teman-teman saya itu begini:

Apa makna rumah bagimu?

Ini dia jawaban unik beberapa teman saya:

Rumah itu …

Nida: Tempat melepaskan penat: istirahat, bercengkrama dgn keluarga, ngulet2, dll

Zego‬: Home is not about the place, home is about the people ..
#uhuk

Rian‬: home sweet home

Dhanty‬: Tempat kita merasa aman dan nyaman berada di disana #tsaaah
Home run

Suci: Tempat untuk pulang, wi 🙂

Judin: Kalo Dwi pernah maen DoTA, Rumah itu kayak fountain. Setelah sekian lama berjuang di kerasnya kehidupan dunia, fountain adalah tempat untuk mengisi seluruh tenaga (healt and mana).

Panny: Rumah itu selagi kamu bersama dengan orang yang kamu sayangi maka itu di rumah. Wkwk disadur dari kata2 Bolin di Avatar Kora

Majid‬: Rumah…
Udah hampir 7 tahun jauh dari rumah,
Tempat pulang, pelipur lara, saudara, keluarga. Tempat menghapus dahaga rindu. Ah sudahlah perjuangan masih panjang.

Virda: Kak , buat aku rumah itu tempat menjadi diri sendiri
Jadi itu kadang di luar contohnya aja di pacil kita dituntut amanah ini, kerjaan ini itu ya pokoknya sebisa mungkin profesional buat ngerjain semua itu :”
Tp ketika kita di rumah ya kita balik lagi jadi orang biasa wkwk apalagi aku anak ragil kak ya balik2 lagi jadi anak ragil paling manja *gak manja2 juga sih wkwk
Pokoknya bisa menunjukkan sisi aku sebenernya ya yg kadang gak bisa aku tunjukin di depan banyak orang hahaha :”)

Nilam: Rumahku surgaku
Yah ga bs dijelasin dgn kata2 kak. Pokoknya kalo lg pulang tuh ya, semua masalah diluar hilang. Tp buruknya setelah keluar dr rumah jd sadar dan mungkin shock kalo harus face the problem, kadang big problem. Tp rumah bs jadi tempat buat charge energi juga sih.

Adel: Rumah itu. Tempat dimana kamu bisa makan dengan tanpa beban walaupun hanya dengan tempe dan kecap. Tempat dimana kamu bisa tidur dengan lelap, walaupun hanya sekasur untuk satu keluarga  besar. Tempat yang bisa mendidikmu dari berbagai perabotan dan seisinya. Rumah, tempat dimana kamu tidak perlu jadi orang lain 🙂

Wiih, jawabannya super-super kan? Unik, ya, unik karena masing-masing punya pemaknaan sendiri walaupun mungkin pada intinya sama, tapi (menurut saya) rasanya beda. Yakin deh, hehe.

Ada satu lagi jawaban temen saya yang unik dan jawaban seperti ini yang sebenarnya say tunggu-tunggu. Kenapa? Karena mirip dengan rumusan saya, hehe.. Ini dia jawabannya.. *jeng jeng*

NisaRumah bagi Nisa adalah salah satu ladang amal yang perlu dijamah. Terkadang kesibukan dengan agenda diluar rumah lebih banyak dibandingkan waktu di rumah bersama keluarga bagi kalangan aktivis, tapi sejatinya mereka memiliki hak atas waktu yg dimiliki. Sebab, pastinya kita menginginkan dapat berkumpul kembali dengan mereka di Jannah-Nya kelak. Baiti Jannati, Rumahku adalah surgaku, begitu dambaan setiap muslim. Rumah adalah tempat yg diharapkan bisa menjadi tempat menghilangkan penat dikala kelelahan melanda dgn aktivitas harian. Baiti jannati, dimana keindahan nya tidak terlihat dari luasnya rumah itu namun ketenteraman yang didalamnya. Betapa sering ayat alqur’an terdengar dari rumah itu, tidak adanya kalimat caci maki yg terdengar di dalamnya. Tidak perlu besar, namun bersih, ya karena kebersihan merupakan sebagian dari iman.

Naah, kalimat pertamanya pas banget, tapi pemaknaannya agak beda sih, hehe… Nah lho, jadi sebenarnya pemaknaan menurut saya apa toh? Nanti deh saya sambung lagi, إنشءالله. Udah tengah malem soalnya. Do’akan saya (ke)bangun ya, hehe..

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s