“Yakin Bersama Allah”

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Saat hati bimbang dan bertanya-tanya, adakah yang salah dalam diri?

Saat hati gelisah dan mencari-cari, apa yang berkurang dari (dalam) diri?

Sungguh, tidak akan pernah kudapatkan jawaban tanpa bantuan-Nya. Hanya dapat mengira dan menduga-duga ini bagian dari rencana-Nya. Hanya dapat mengawali (pencarian jawaban-Nya) dengan berkaca diri. Mencoba berhenti sejenak dan menengok ke belakang, sehari, dua hari, seminggu, atau sebulan terakhir.

Berkaca dari pengalaman orang lain kemudian mengambil nilai yang bisa diri ini teladani menjadi salah satu media berkacanya diri. Mencari yang hilang, menambal yang berkurang. Sungguh nikmat manakala diri disadarkan akan kesalahan dan kealpaan yang telah lalu yang terabaikan untuk kemudian ditunjukkan oleh-Nya jalan agar hadir rasa penyesalan dan pentaubatan.

Adakah yang lebih indah dari (kemampuan dan kemauan untuk) mentaubati dosa-dosa setelah sadar bahwa diri ini salah? Adakah yang lebih indah dari diberi-Nya jalan untuk kembali mendekat setelah (lama) (men)jauh dari-Nya? Adakah yang lebih indah dari perasaan tenang dan syukur atas kesabaran dan keyakinan yang diberikan-Nya pada diri yang tak punya daya lagi upaya kecuali dengan pertolongan-Nya?

Sungguh, diri ini sama sekali tak (‘kan merasa) sendiri dengan #yakinBersamaAllah.

Sungguh, bahagia itu selalu ada di hati manakala #yakinBersamaAllah.

Hidup akan terasa (lebih) lapang dan menyenangkan laiknya syurga sebelum syurga (di akhirat) manakala hati #yakinBersamaAllah.

Yakin Allah senantiasa membersamai diri dalam setiap detik, setiap waktu. Yakin Allah senantiasa membersamai diri dalam kesabaran dan kesyukuran atas setiap ketentuan dan pemberian dari-Nya. Yakin Allah senantiasa membersamai diri menjalani setiap ujian hidup dan kehidupan.

Maka, diriku, malulah engkau manakala Rabb-mu, Raja segala raja yang Maha Merajai alam semesta, membersamaimu sedangkan kau mengabaikan-Nya. Takutlah engkau akan murka Rabb-mu. Bisa apa engkau tanpa-Nya? Bisa apa engkau jika Dia (berbalik) mengabaikanmu? Na’udzubillaahimindzalik.

Semoga terus kau pelihara rasa takut akan kehilangan (kasih sayang)-Nya bersama dengan pengharapan belas kasih dari-Nya. Jadikanlah malu (pada Rabb-mu) sebagai pakaian(perilaku)mu. Pupuklah cintamu pada-Nya dengan senantiasa menambah kedekatanmu pada-Nya. Tanamkan ini (lagi) dalam hati dan perilakumu, hasbiyallaah (cukuplah bagiku Allah). Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah (tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya).

Allaahu a’lam, wallaahul musta’an.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s