Tidakkah Setiap Diri (Kita) Memperhatikan Apa yang Telah Diperbuatnya?

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat dan karunia yang tiada habisnya untuk hamba-Nya sekalipun hamba-Nya tak (mau) mengenalinya. Segala puji bagi Allah yang tiada henti mengucurkan beragam nikmat dan karunia pada hamba-Nya sekalipun hamba-Nya (me)lupa(kan) segala pemberian-Nya. Segala puji bagi Allah yang masih memberikan kesempatan hidup bagi hamba-Nya sekalipun hamba-Nya tak henti-hentinya mengotori bumi-Nya dengan perbuatan maksiat.

Mahabesar Allah yang mempergantikan siang dan malam. Mahabesar Allah yang mempergilirkan kehidupan.

Agaknya diri ini memang perlu banyak merenung dan menyendiri. Mengadukan segala kelemahan dan kekurangan diri pada-Nya serta memohon ampunan dari-Nya. Begitu banyak waktu yang tersia dan terlewat begitu saja tanpa ada amal kebaikan.

Beberapa ayat Al Qur’an surat Al Hadid ini (semoga) jadi tamparan keras akan kelalaian diri selama ini. Betapa besarnya kasih sayang Allah serta betapa berani dan tak tahu malunya diri mengabaikan perintah-Nya, menganggap remeh seruan kepada-Nya. Astaghfirullaahal’adziim.

( 12 )   (yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar”.
( 13 )   Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu“. Dikatakan (kepada mereka): “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”. Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa.
( 14 )   Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.
( 15 )   Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu ialah neraka. Dialah tempat berlindungmu. Dan dia adalah sejahat-jahat tempat kembali”.
( 16 )   Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.
( 17 )   Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya.
( 18 )   Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.
( 19 )   Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.
( 20 )   Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
( 21 )   Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
( 22 )   Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
( 23 )   (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,
( 24 )   (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Sungguh, jika setiap kemaksiatan atau kelalaian yang kita lakukan menghalangi kita dari memperoleh nikmat-Nya dan menghalangi kita untuk menginjakkan kaki kita di bumi-Nya, maka habislah kita karena maksiat/kelalaian yang kita perbuat. Betapa Allah sangat menyayangi dan mengasihi kita, tapi kita seringkali lalai, acuh, abai, dan sombong. Semoga setiap langkah dalam rangka menaati-Nya selalu diiringi oleh perasaan takut dicabut rasa syukur atas ketaatan yang sudah dilakukan serta diiringi pula oleh rasa harap agar Allah kuatkan kesabaran diri untuk senantiasa taat. Semoga setiap kelalaian dan maksiat yang (telah) dilakukan selalu diiringi rasa takut akan murka-Nya yang kemudian disikapi dengan taubat yang sebenar-benarnya juga diiringi rasa harap agar Allah ampuni diri dan jauhkan diri dari terjeremus (kembali) dalam kelalaian/maksiat (yang sama). Aamiin.

Sebagai pelengkap, semoga beberapa ayat Al Quran surat Al Hasyr ini dapat kembali jadi renungan.

( 18 )   Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
( 19 )   Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.
( 20 )   Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung.
( 21 )   Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.
( 22 )   Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
( 23 )   Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
( 24 )   Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Allaahu a’lam bishshawab. Wallaahul musta’an.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s