What can I offer (now)?

What can I offer (now)? There are so much things I have to learn more to become ready when the chance is coming. Whether (finally) I am who shall start it or not. Oh Allah, the final decision is Yours. Even though, I have to prepare all as good as I can. Although, in fact, I am not (like) he/she. Indeed, I believe that You create us uniquely. We are created with each of our capacities and potentials.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

(Tanpa dicari pun) Akhirnya ditunjukkan (sesiapa) role model-nya, ada lho yang (pernah) memilih jalan itu dan aku (cukup) mengenalnya. Beliau bisa dibilang bukan orang asing. Walaupun mungkin belum pernah ketemu, tapi aku cukup tahu. Nyatanya, (tentunya) beliau membawa nilai yang bisa beliau tawarkan dan mungkin susah untuk ditolak. Kalau aku? Subhaanallaah, Maha Suci Allah dari segala prasangka buruk hamba-Nya. Husnudzan-lah pada Allah. Setiap orang sudah diberi-Nya potensi, yakin deh. Tapi sayangnya, pada kenyataannya, memang tidak semua orang mengoptimalkannya. Sekarang terserah kita mau jadi yang seperti apa.

Sekarang sudah nemu kan role model-nya untuk satu hal itu (walaupun entah pada akhirnya nanti jalannya sama atau tidak)? Maka, Nak.. Tugasmu sekarang adalah “menyiangi rumput-rumput dan gulma” yang masih ada dalam dirimu untuk kemudian (kembali) ditanami benih-benih “tanaman/pohon yang baik” yang fondasinya kokoh menghujam dalam hati, meneduhkan bagi siapa saja “yang berteduh di bawahnya”, serta manis dan bermanfaat “buah”-nya. Dengan begitu, kau punya sesuatu yang bisa ditawarkan, baik “buah”nya maupun peranakan (benih) “tanaman”-nya.

Jika niatmu untuk berniaga pada-Nya, Allah tak kan menyiakan(amal)mu. Siapakah yang lebih besar kasih sayangnya daripada Allah? Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? (QS. 9:111)

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

QS. At Taubah ayat 111

Semoga engkau, Nak..segera malu jika menanti datangnya kesempatan itu tanpa ada persiapan yang matang dan perbekalan yang cukup. Malu yang kemudian diikuti dengan menyibukkan diri menyiapkan perbekalan menyambut datangnya (setiap) kesempatan pemberian-Nya. Malu yang mempertemukan kesiapan dengan kesempatan. Malu yang membawa pada keberuntungan. Malu yang menghidupkan dan mengaktifkan (potensi).

Allah yang kuatkan. Allah yang mampukan. Sebagai pelengkap ikhtiar yang (sudah) dilakukan. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s