Apapun, Bagaimanapun …

“Apapun situasinya, begitu peluang menuju pelaminan tertutup, semua cinta yang ini harus diakhiri. Hanya di sana cinta yang ini absah untuk tumbuh bersemi: di singgasana pelaminan.”
(Ustadz Muhammad Anis Matta, Lc)

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Pagi-pagi sudah dapat bacaan begini. Ah, benar, memang begitu adanya. Saat jalan itu tertutup, peluang itu tertutup, rasa itu mesti diakhiri. Pun ketika jalan itu masih ada (kemungkinan untuk sampai), rasa itu mesti ditutupi hingga Allah sendiri yang membukanya bersama terbukanya jalan yang diridai-Nya. Lagi, mesti diingat pula, sesungguhnya yang jelas akan terjadi pun bisa terjadi sewaktu-waktu. Ianya tidak mengenal usia, jenis kelamin, status, dan kedudukan. Ianya semakin dekat detik demi detik. Ianya mngintai setiap saat. Hingga tercukupi sudah rezeki yang telah Allah tetapkan. Maka ianya berkata, “saatnya ‘pulang’ “. Akhirnya, semoga selalu jadi pengingat di segala keadaan bahwa “sebaik-baik nasihat adalah kematian” dan cukuplah kematian sebagai nasihat.

Allaahul musta’an, wallaahu a’lam bishshawab.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s