Yang (Bisa) Terlihat dalam Kacamataku

Bicaranya menerawang. Seakan ia sedang mengingat saat apa yang dibicarakannya terjadi padanya. Seakan juga membayangkan jikalau yang dibicarakannya menimpa dirinya.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Begitulah ia. Seperti itu tabiatnya. Ketika menyampaikan sesuatu, lebih-lebih tentang nilai-nilai kehidupan. Tatapannya menerawang, jauh. Ya, bisa jadi jauh, mungkin jauh ke masa lalu, atau masa depan (yang entah akan terjadi atau tidak, hanya membayangkan bagaimana jika terjadi).

Bicaranya pun begitu, seringkali melompat melontarkan setiap yang terlintas dalam pikirannya. Kau tentu tau, pengetahuan baru seringkali tiba-tiba terhubung dengan pengetahuan lama. Tiba-tiba saja teringat pengalaman yang lalu, yang ini dan yang itu. Kemudian terangkai jadi satu cerita, mosaik-mosaik yang seakan tak bernilai jika sendiri, sekarang menjadi sesuatu yang lebih berharga saat terangkai bersama. Menyampaikan pesan kehidupan baru. Menambah nilai hidup, memperkayanya.

Segala puji bagi Allah yang mengajari makhluk-Nya, yang memerintahkan manusia untuk membaca dan belajar. Maha Benar Dia yang Maha Agung.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s