Tertawa (lepas)? Silakan, tapi (bersyarat)…

Seperti biasa, akan ada hari-hari penuh kisah, penuh cerita. Baik saat terjadinya (kisah) maupun saat membagikannya. Seperti hari ini, penuh kisah. Ada yang terjadi hari ini juga, lengkap dengan pembagian kisahnya dan beberapa kisah lainnya. Tidak selalu bisa seperti ini. Bersyukurlah.
Lepasnya tawa yang tertahan melegakan juga kan? Justru menyedihkan manakala tak ada sarana melepaskannya. Tertawa sendiri (di tengah keramaian) mungkin tak kan pernah menyenangkan.

 

Tapi tetap saja (ingat), tertawa (lepas) tak ‘kan jadi melegakan jika berujung sakit. Entah sakit fisik atau jiwa. Entah sakit di kepala atau perut. Apalagi sampai membuat jiwa jadi sakit (hati keras). Na’udzubillaahimindzalik.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s