Pilihan yang Allah Beri

Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.
(QS. Asy Syuraa: 19-20)
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
 
Tiada bacaan yang lebih menenteramkan dibanding Kalam-Nya. Tiada senandung yang lebih menyejukkan dan menyegarkan dibanding lantunan firman-Nya. Tiada wawasan yang lebih mencengangkan dan menggembirakan untuk diketahui dan dipelajari dibanding ilmu-Nya. Segala puji hanya untuk-Nya yang (telah) mengizinkan dan membuat diri perlahan mendekat melalui Kalam-Nya. Menjadikan diri terbiasa dengan senandung lantunan firman-Nya dan tidak biasa untuk selainnya. Menjadikan diri mempunyai ‘alarm’ ketika terbuai dengan yang lain. Tak mudah memang, tapi sungguh bagi-Nya segalanya bisa menjadi mudah. Tinggal bagaimana diri ini mau (murni kemauan diri) dan juga mampu (tak ada halangan karena maksiat) menyambut seruan dari-Nya.
 
Benarlah apa yang ada dalam firman-Nya di atas. Mengenai rezeki, Allah lah yang sudah mengatur. Allah lah yang memberi kepada siapa yang Dia kehendaki. Sungguh beruntung yang menginginkan keuntungan akhirat, dia (akan) mendapatkan tambahan keuntungan (dari yang diinginkannya)–tambahan lho! Berarti dia dapat lebih, tidak hanya apa yang dia inginkan, tapi juga dapat bonusnya. Adapun sebaliknya, yang menginginkan keuntungan dunia, dia hanya (akan) diberi sebagian (saja) dari keuntungan dunia dan tidak dapat bagian akhirat sama sekali, na’udzubillaahimindzalik. Padahal, apalah itu dunia dibandingkan akhirat? Ibarat setetes air lautan yang jatuh dari jari yang kita celupkan pada lautan dibanding dengan air lautan itu sendiri. Sudah tidak dapat yang besar, yang sangat kecil pun hanya dapat sebagian. Sedang kenikmatan yang (paling) nikmat di dunia pun terhapus dengan sekali celupan di neraka. Na’udzubillaah tsumma na’udzubillaah. Sebaliknya, kesusahan di dunia terlupakan oleh sekali celupan di syurga. Maa syaa Allaah, laa quwwata illaa billaah.

Sedikit renungan pagi ini, semoga senantiasa jadi pengingat diri. Dunia bukan apa-apa, tapi akhirat segalanya. Hanya ada duka, kesedihan, dan kepayahan pada keinginan dunia (saja). Kenikmatan hakiki hanya ada pada hari akhir nanti di syurga-Nya, in syaa Allaah. Ambil saja sekadarnya dari dunia untuk jadi wasilah mengejar akhirat-Nya. Bismillaahirraahmaanirrahiim. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim..
 
Allaahul musta’an, wallaahu a’lam.
 
Catatan:
Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s