Membaca Tanda-Tanda

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillaah, akhirnya sempat nulis lagi di sini. Tulisan pertama di tahun 2014. Hihiii, saking semangatnya ga nyadar kalau tulisan ini ternyata bukan tulisan pertama di tahun 2014. Rasanya udah lama banget ga nulis di sini. 😀

Baiklah, hanya ingin sedikit berbagi. Sampai saat ini, aku masih percaya pada teori itu: saat aku tertawa lepas (yang tidak biasa), itu pertanda dalam waktu dekat ada suatu hal yang membuatu kecewa atau menangis; begitu juga saat aku menangis atau amat sedih, dalam waktu dekat akan ada yang membuatku tertawa atau senang. Yap, segala rasa itu dipergilirkan. Dekat di sini relatif, tidak pasti.

Ya, barangkali tawaku beberapa hari lalu pertanda untuk kabar hari ini. Ada rasa kecewa, for sure. Satu hal yang sudah kurencanakan dan siap kusambut ternyata kandas. Well, sebenarnya sebelumnya aku sudah mempersiapkan untuk dua kemungkinan, tapi hal lain membuatku semakin yakin rencanaku ini akan terwujud.

Tapi apa? Allah berkehendak lain. Tentu, Allah punya rencana yang lebih indah, insyaAllah. Toh, aku masih punya pilihan lain. Aha, aku ingat saat memutuskan pilihan waktu itu. Satu dari dua pilihan telah kuambil saat kecenderunganku sudah terlihat. Mungkin waktu itu aku terburu-buru mengambil kesempatan, sehingga belum sempat meminta petunjuk-Nya dalam istikharah sebelum kuputuskan itu. Tapi setelah kuputuskan baru aku lakukan istikharah. Lucu ya?

Waktu itu, aku memang minta pada Allah agar jika pilihan yang kuambil memang yang terbaik, maka lancarkanlah; tetapi jika tidak, maka gantilah dengan hal lain yang lebih baik dari pilihanku itu. Ya, ini jawaban Allah atas do’aku itu, insyaAllah. Sudah semestinya aku tidak kaget mendapat kabar itu. Justru aku harus senang dan bersyukur, itu tandanya Allah menjawab do’aku. Allah telah mempersiapkah hal lain yang lebih baik (insyaAllah) untukku. Tentu rancangan-Nya lebih sempurna. Iya kan?

Sip, aku tak perlu larut dalam kekecewaan akan hal ini, aku akan segera menyusun ulang rencanaku, insyaAllah.

Bismillaahirrahmaanirrahiim, sambutlah aku duhai semester baruku yang jauh lebih baik. Aamiin. InsyaAllah.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s