Adalah… Sungguh…

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Adalah benar…

sungguh bodoh orang yang berharap semata-mata hanya mengharapkan apa yang dinginkannya tanpa ia mau berubah dan berupaya untuk menggapainya, mendapatkan apa yang diharapkannya.

Adalah memilukan…

saat sebelumnya kau sadar apa yang seharusnya kau lakukan, berbuat baik ini dan itu, tapi setelahnya.. kau seakan tak pernah mengucapkannya, kau lupa begitu saja.

Adalah menyedihkan…

ketika sadar bahwa diri ini selama ini salah dan keliru, tapi tiada hasrat untuk berubah, tiada upaya untuk bergerak meperbaiki diri.

Sungguh bodoh, memilukan, dan menyedihkan…

diri yang lupa akan apa yang telah diperolehnya,
diri yang lupa dengan kesalahan-kesalahannya,
diri yang merasa aman dari murka-Nya atas dosa-dosa yang telah dilakukannya.

Sungguh bodoh, memilukan, dan menyedihkan…

diri yang telah begitu seringnya diingatkan,
diri yang telah sebegitu seringnya ditegur,
lalu dia pun menjadi ingat dan sadar saat itu,

tapi apa?

tak lama kemudian, dia lupa, dia lalai begitu saja
seolah-olah apa yang didapatnya barusan adalah angin lalu

Adalah mengherankan…

orang yang merasa senang dengan pandangan baik orang terhadap dirinya
padahal dia jauh atas itu

juga aneh, orang yang merasa dirinya baik dan telah berbuat banyak kebaikan saat ada (sedikit) orang yang menganggap dirinya baik
padahal, Allah yang (telah) menutup aib-aibnya dari pandangan manusia

Sadarlah wahai diri, sungguh engkau semestinya banyak bersyukur
Allah menutup banyak sekali aib dirimu

Sungguh engkau semestinya sadar dan bertaubat

betapa sering Allah mengingatkanmu lalu kemudian kau lalai (lagi)
berapa sering kau mudah lupa atas apa yang telah kau ketahui dan pahami, bahkan sudah kau katakan dan ajarkan!

Ingatlah wahai diri, pandangan manusia itu kecil, amat sangat kecil.

Mengapa kah kau pedulikan itu?

Bukankah Allah yang Mahamelihat dan Mahamengetahui?

Mengapa kah kau (mudah) lupa akan itu?

Wahai diri, jangan pedulikan pandangan manusia! Perhatikan pandangan Allah terhadapmu.

Sungguh, amat menenteramkan dan menenangkan manakala diri selalu merasa diawasi Allah, diri jadi terjaga.

Sungguh, amat menakutkan manakala diri merasa bebas dan merasa tak diawasi oleh-Nya, berlakulah ia sekehendaknya.

Sungguh, amat lemah diri ini pun terhadap (menghadapi) dirinya sendiri.

Sungguh, hanya Allah tempat berharap sepenuhnya, alasan tertinggi dan nomor satu, mengapa harus melakukan amalan terbaik (ahsanul ‘amalan). Cukuplah Allah sebagai pelindung dan penolong. Cukup Allah jadi alasan.

Hasbiyallaah..

Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s