Pertama(x)

“Salam, untuk keluarga fasilkom, dari anak yang kabur dari rumah.” 😀

Sukses di tanah rantau nan jauh di sana, Raisha 🙂

Lacrimosa

Image

Selalu ada hal-hal menarik dari sesuatu yang pertama. Sebut saja salju pertama, rumah pertama, pekerjaan pertama, teman pertama, dan (barangkali) cinta pertama. Saya lupa pernah mendengarnya dari mana, namun kata-kata, “Kesan pertama sulit dilupa, selanjutnya terserah anda.” juga menegaskan betapa pentingnya ke-pertama-an ini dalam memori manusia.

Membicarakan tentang suatu yang pertama, tentunya juga tak terlepas dari persetubuhan manusia dengan waktu. Waktu mencipta urutan, mencipta rentang. Dan seringkali, sebagaimana sejatinya waktu selalu membersamai kejadian, manusia jadi gagap untuk memahami, dan mungkin, jadi lupa untuk memaknai. Mengutip Fraser, “Semua orang merasakan waktu, tetapi kebanyakan tidak mempertanyakan hal itu karena mereka mengalami setiap hari dengan sangat intim.”

Maka dari semua yang berlalu, ada saja hal-hal yang sepatutnya dikenang. Atau terkenang, karena ingatan menolak untuk melupakan.

* * *

Pada setiap tanggal yang berulang, romantisme peristiwa lampau bisa menjadi berkali lipat. Karena ada perubahan di situ. Ada yang tidak lagi sama dengan yang dulu…

View original post 491 more words

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s