Sakit itu kalau…

Sakit itu kalau bukan diri sendiri yang melawan lalu siapa lagi? Lawanlah! Kuatlah dan kuatkan kesabaranmu.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Kau tak kan pernah tahu apa yang sebenarnya bisa mengobati atau menyembuhkan sakit yang kau derita. Karena itu, cobalah melawannya dengan segala cara (yang Allah bolehkan tentunya).

Cobalah lawan dengan dirimu sendiri dan minta tolonglah pada Allah. Bersabarlah agar sakitmu benar jadi penggugur dosa. Tetaplah berusaha beraktivitas semampumu. Berusahalah kuat. Kau takkan pernah tahu obat sebenarnya ada di tengah aktivitasmu. Ya, kau tak kan pernah tahu sebelum mencobanya.

Hari ini aku belajar bahwa tidak semestinya sakit melemahkan diri seluruhnya. Mungkin (sebagian) badan sakit atau payah. Tapi itu bukan berarti membolehkanmu bersantai melepas semuanya. Tidak!

Beberapa hari ini aku belajar. Sakit itu penegur mujarab. Saat sehat mungkin kita mudah merasa lelah atau penat menjalani aktivitas yang (seolah-olah) tiada habisnya. Mungkin kita mudah memutuskan untuk rehat sebentar dari kepenatan dan merasa masih bisa mengerjakan ‘nanti’ apa-apa yang belum dikerjakan. Tapi saat sakit, rasanya masih banyak yang menunggu untuk dikerjakan dan harus cepat diselesaikan. Saat sakit justru terpikir, ‘kapan bisa mulai dikerjakan dan diselesaikan?’. Kalau nunggu sakitnya sembuh, kita tak kan pernah tahu kapan memulainya. Bisa cepat kalau memang sembuhnya cepat, tapi bisa juga lama kalau sembuhnya lama.

Ini bukan berarti kita tidak boleh istirahat saat sakit, tapi lebih sebagai pengingat bersama bahwa sehat itu mahal dan sangat berharga. Saat sakit bisa lah kita tetap mencoba beraktivitas seperti biasa atau minimal tetap melakukan hal-hal yang positif. Tapi bisa dicoba untuk tetap beraktivitas seperti biasa karena–seperti yang saya pernah bilang di atas–bisa jadi obat sakit itu ada di tengah-tengah aktivitas kita. 🙂

Sakitnya memang timbul tenggelam, tapi saat menyibukkan (harus menyibukkan) diri sakit itu bisa saja hilang tanpa kita sadari. Ya, itu yang kualami hari ini.

 

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s