Mengaku Kalah

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Malam ini aku belajar bahwa tiap orang dihadapkan pada jalan juang masing-masing dan benar memang sesuai dengan kadar masing-masing. Meskipun satu tempat tinggal, satu tempat singgah. Ya, sejatinya hanya tempat singgah memang, tapi bukan berarti tak berarti sama sekali. Justru harus dijadikan tempat yang nyaman untuk melepas penat (seharian).

Ya, masing-masing punya jalan juangnya sendiri dan kesadaran itu (baru) hadir saat percakapan dimulai dengan (saling) berbagi cerita. Aku yang masih berada dalam lingkup kecil ini saja masih belum apa-apa. Bagaimana jika aku berada di luar lingkup ini? Semakin kerdil lah aku. Aku belum bisa membayangkan seperti apa jadinya jika aku berada di posisinya yang sudah ‘keluar’ lebih dulu. Lebih dulu menyaksikan sendiri ‘dunia nyata’ di luar sana yang selama ini hanya bisa dilihat dari media.

Ya, selamat berjuang di jalan masing-masing. Setiap orang dihadapkan pada apa yang mampu dia hadapi. Ya, mestinya aku paham dan mengerti itu. Kalau di lingkup kecil ini saja aku tak bisa menghadapinya, bagaimana kalau aku berada di luar ini? Baiklah, aku mengalah dalam urusan mengeluh. Lebih baik diam saja. Baiklah, aku mengaku kalah. Aku terkalahkan oleh diriku sendiri. Pikiran (baru) ku mengalahkan pikiran (lama) ku sendiri. Aku mengaku kalah, semoga kau puas dan terpenuhi kepuasanmu dengan bukti nyata usahamu.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s