Agaknya aku jad…

Agaknya aku jadi semakin tahu: bukan sekadar mau atau belum mau, tapi lebih pada siap atau belum siap.

Allah yang tau persis kapan diri siap. Diri hanya mampu menilai yang terlihat dan terasa. Diri pun hanya mampu berupaya sebatas kemampuan diri. Lebih dari itu kuasa Allah. Allah Mahatahu.

Sepasang sikap yang (minimal salah satu) mesti siap setiap saat: sabar dan syukur. (Agaknya) Bisa dikatakan, motto seorang muslim itu: “tiada waktu tanpa sabar atau syukur”. Ya, teorinya begitu dan semestinya memang begitu. Karena itu, harus bisa diterapkan. Meski begitu, perlu disadari memang; walau diri tau, tapi tak jarang diri jadi lupa. Karenanya pengingat itu perlu. Lingkungan itu (sangat) berpengaruh!

Belum lama ini, aku juga diberi tau sepasang sikap hidup lain–sikap dalam menjalani (memaknai) hidup sebagai ibadah–yaitu sikap takut dan harap. Sepasang sikap yang mesti seimbang. Sepasang sikap ini agak berbeda dengan yang pertama. Sepasang yang pertama (sabar dan syukur), kita boleh pilih salah satu, atau jika pilih dua-duanya itu lebih baik. Sedangkan yang sepasang ini (harap dan takut), keduanya harus seimbang, tidak boleh terlalu takut sehingga kurang (ber)harap ataupun terlalu berharap sehingga sedikit (kurang) takut. Kadar harap dan takut mesti seimbang agar melahirkan sikap hidup yang ideal, ibadah yang optimal.

Allaahu a’lam.

Allaahul musta’an

————————————————-
dan tulisannya pun random, tiba-tiba meloncat keluar topik awal. Biasa. Sepertinya memang sudah biasa seperti itu, hmm….

Advertisements

4 thoughts on “Agaknya aku jad…

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s