Selamat tinggal…

Selamat tinggal, DUNIA!

Entah mulai kapan salam perpisahan itu (akan) berlaku.

Atas kecamuk yang terasa beberapa waktu terakhir, diri ini merasa sudah saatnya ‘kembali’. Ini sebuah pilihan memang. Di penghujung waktu, mau tidak mau aku harus memilih. Pun harus juga mempersiapkan pilihan dengan alasan yang tepat dan kuat.

Aku melemah? Entahlah, hanya merasa agak muak dengan banyak ketidakberesan di sana sini. Hanya ingin lebih menata diri dan tak mengambil alih yang diri ini tak mampu mengelolanya. Hanya ingin diri tak kembali mengulangi kedzaliman-kedzaliman sebelumnya. Hanya berupaya untuk memahami kemampuan diri.

Entahlah. Mungkin diri ini sedang ingin kembali sendiri. Kurasa jalan ke tujuan tidak hanya satu dan aku seperti menemukan jalan lain yang dengannya mungkin aku lebih optimal dan meminimalisasi kedzaliman yang (akan) terjadi.

Aku hanya merasa perlu fokus dan aku telah menentukan ke mana arah fokusku itu. Yang perlu kuingat dan kujaga serta kupertahankan adalah niat menebar manfaat dan kebaikan. Aku hanya merasa hanya fokus yang dapat mengoptimalkanku.

Hanya berharap Allah mendampingiku di setiap jalan yang kutempuh.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s