Mesti sadar mem…

Mesti sadar memang, bukan orang yang terlihat layak yang berkumpul di sini, tapi bagaimana melayakkan semua yang ada di sini. Tempat ini bukan tempat berkumpulnya mereka yang sempurna tanpa cela, tapi tempat mereka yang mau belajar dan berproses dalam perbaikan diri. Mungkin dampaknya tak terlihat kini, tapi semoga berdampak besar dan jauh nanti.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Agaknya kini mulai mengerti. Meski banyak orang bertujuan sama, tapi jalan yang mereka tempuh berbeda. Mereka bebas memilih jalan mereka sendiri. Agaknya diri mesti sadar sejak dini, perbedaan bukan hal yang mesti selalu diperselisihkan. Tak jarang perbedaan saling melengkapi satu sama lain.

Diri juga mesti sadar. Untuk membangun satu tujuan itu, ada banyak aspek yang harus dibangun. Ada banyak peran yang mesti dilaksanakan. Agaknya seperti membangun sebuah bangunan: ada arsitek, ada seniman, ada kontraktor, ada buruh bangunan, dan mungkin ada banyak peran lainnya yang mendukung. Semakin bermutu suatu bangunan mungkin akan membutuhkan banyak peran dan ada banyak aspek yang mesti dipenuhi.

Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana mereka saling bekerja sama mewujudkan satu tujuan itu? Mereka mesti memahami peran masing-masing. Mereka juga mesti menghargai satu sama lain. Penghargaan sekecil apapun itu akan bisa membantu membesarkan hati seseorang. Dengan begitu, semangatnya bisa meninggi atau mungkin yang semula meredup kembali jadi terang. Agaknya egois itu penyakit mental yang perlu dibasmi dalam mewujudkan satu tujuan bersama. Mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama mesti jadi moto utama dan bersama. Mengapa? Karena kita mesti ingat, yang kita tuju adalah kepentingan bersama, untuk tujuan yang sama bukan?

Mari berbondong-bondong menegakkan bangunan ini. Mulai dari mengumpulkan batu pondasi bermutu. Menyiapkan ahli-ahli terbaik di bidangnya. Membuat strategi rancang-bangun yang matang. Hingga saatnya tiba, semua peran telah ada dan siap dengan keahlian masing-masing. Saling bekerja sama, saling belajar, dan saling dukung-lengkapi untuk mewujudkan satu tujuan bersama. Goal sesungguh-nya apa? Tentu, dari awal sudah disepakati: untuk meraih rida-Nya.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s