Sebenarnya, mud…

Sebenarnya, mudah saja menyukainya. Aku hanya perlu membuka diri. Ya, kuakui selama ini resistensi itu hinggap dalam diri. Entah ulah siapa. Ya, diri ini memang perlu banyak belajar bersabar menghadapi segala (lingkungan objek yang dihadapi) yang tidak membuatnya senang dan nyaman. Padahal, mungkin aku hanya perlu bersabar saat membuka diri dan mulai menyelaminya. Banyak yang berhubungan sebenarnya. Banyak yang (sebenarnya) mudah dimengerti, hanya saja sebelum ini, antipati sudah lebih dahulu membentengiku untuk menyentuhnya, memahaminya. Baiklah. Selagi ada kesempatan. Manfaatkan sebaik mungkin. Semoga kau mulai suka dan nyaman dengannya.

Sesal? Entahlah.. Hanya betanya dalam hati, “Mengapa baru sekarang?”.

Bersyukur saja sudah disadarkan saat kesempatan masih ada. Sembari tetap berusaha dengan sebaik mungkin dan memohon diberikan yang terbaik. Ambil hikmahnya sajalah 🙂

Semangat! Man Jadda wa Jada 😀

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s