“Bintang malam …

“Bintang malam katakan padanya…”
Kataku: omong kosong, apa yang bisa bintang lakukan? Menyampaikan pesan? Mendengarkan curahan hati?
Kenapa mesti cerita pada bintang yang tak (akan pernah) tahu apa-apa, sedangkan Pencipta-nya jauh lebih tahu dan mengerti? Kenapa mesti meminta bintang yang tak (akan pernah) bisa berkata sebagai penyampai pesan, padahal Penciptanya telah memberi kita sarana untuk meminta apa saja dengan berdo’a?

Terkadang, goresan itu mampu menguak tabir yang selama ini menutupi. Menyobek pembungkus indah yang ternyata hanya angan, buaian, hayalan yang tidak semestinya ada. Menyadarkan diri bahwa hanya Dia lah tempat meminta segala sesuatu, tempat mencurahkan segala isi hati. Hanya Dia yang mengerti semuanya.

Sepertinya memang, yang sejatinya ada bukanlah yang terlihat oleh mata, tetapi yang selalu terasa–sangat terasa, paling terasa–kehadirannya saat kesepian dan kesendirian menghampiri.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s