Super Amunisi: “Optimisme vs Kegalauan”

Bismillaahirrahmaanirraahiim.

Mau bagi-bagi amunisi nih, kawan 🙂
Rasa-rasanya diri ini sedang dan (mungkin)selalu butuh amunisi dan biidznillaah ketemu amunisi super satu ini. Sangat tepat dan cocok rasanya. Jadi teguran dan pengingat juga. Alhamdulillaah.

Artikel ini dapet dari blognya kak Ade (klik ini untuk post aslinya)

Optimisme vs Kegalauan

“Iqro’ bismirobbikalladzi kholaq”

“Bismillahirrahmaanirrahim”

Assalamua’alikum wr.wb

Zaman sekarang masih galau, apa kata dunia?, seorang muslim sejati selalu mempunyai jiwa optimis dalam dirinya, jiwa yang tak akan lekang oleh waktu, Jiwa yang selalu bersumber pada Allah, dan jiwa yang senantiasa mengatakan bahwa “AKU BISA”.

A = Allah always in my heart
K = Knowledge is a power
U = Undefeatable (tak terkalahkan)
B = Be Positive
I = Impressive
S = Success Oriented
A = Action, Kunci dari AKUBISA

Allah always in my heart
Jadilah manusia yang bebas, tetapi ingat, Allah senantasa mengawasimu. Dia begitu dekat bagaikan kulit dengan daging, bagaikan kain dengan benangnya, dia lebih dekat dari urat nadi manusia (QS.Qaaf : 16)

Rasulullah bersabda : “Berbuatlah sesuka hatimu tetapi ingat engkau bakal mati. Cintailah segala sesuatu, tetapi ingat dia akan kau tinggalkan.”
Jiwa kita semakin kuat dari hari ke hari selama kita mempunyai tempat bersandar (tawakal), yaitu Allah Yang Maha Kuat (Al Qawiyyu)

Knowledge is a power
Bekal kedua adalah terus menerus mencari pengetahuan, dunia semakin berwarna karena ilmu pengetahuan. Harta yang paling berharga adalah Ilmu Pengetahuan bukan uang. Nasihat Ali bin Abi Thalib kepada Kumail. “Ilmu lebih berharga dari pada harga, ilmu menjagamu dan harta terus kamu jaga. Harta akan berkurang jika dipakai dan ilmu akan bertambah jika dinafkahkan.”
“Don’t be grieve. Anything you lose comes round in another form.”

Undefeatable
Hidup adalah pertempuran yang mahadahsyat. Musuh kita yang paling nyata adalah setan dengan segala attributnya. Setan yang berjubah kemalasan. Setan yang bermahkota keserakahan harus kita kalahkan.

Ucapan Rosulullah kepada Abu Thalib, “wahai paman, demi Allah, jika mereka letakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan agama ini, tidaklah aku akan meninggalkannya sehingga Allah memberi kemenangan agama ini atau aku hancur di dalamnya.

Be Positive
Sebagai muslim, dia hanya akan memilih dan berpihak pada segala hal yang positive menurut prinsip=prinsip keimanannya. Ada perasaan hina yang menusuk hati bila dirinya terperosok dalam hal-hal negatif.

Rosulullah SAW bersabda; “Seorang muslim itu bagaikan lebah( AN NAHL). Bila hinggap di ranting yang kering sekalipun, tidak membuatnya patah. Bila makan, dia ambil dari putik sari bunga. Bila mengeluarkan sesuatu hanyalah madu yang dikeluarkannya. Tetapi jangan sekali-sekali menjailinya karena lebah dapat menyengat dan mematikan”.

Impressive
Kepribadian seorang muslim harus mengesankan, dia menjadi pribadi yang dirindukan oleh orang lain karena setiap tindakannya selalu memberikan bekas yang mendalam di hati orang lain.

Succes Oriented
Setiap muslim harus selalu bervisi “hayya’alalfalaah” (mari meuju kemenangan)
“Kepribadian adalah modal besar untuk menegakkan kebahagiaan. Bagaimana akan merasakan terang cahaya bila kita tidak tahu artinya kegelapan. Bagaimana akan merasakan keberhasilan bila tidak merasakan pedihnya kegagalan.

Sikap optimis dan percaya diri harus kita rebut kembali karena dua mutiara inilah yang mengingatkan kemuliaan. Dengan 2 mutiara ini kita sebarkan benih-benih unggul untuk kelak menjadi warisan dan buah yang lezat bagi generasi mendatang.
Semangat optimisme ada pada IMAN

I = Ilahi anta maqsudi (Ya Allah, engkaulah tujuan hidupku)
M = Motivate yourself (Bangkitkan semangat dan doronglah dirimu sendiri)
A = Action ( Tindakan lebih membekas dari keluh kesah / action speak louder than words)
N = New Born ( Hidup baru terlahir bagaikan bayi, tataplah masa depan)

Janganlah engkau ratapi masa lalumu, Allah sudah menciptakan wajah kita ke depan dan kalau mau menengok tidak perlu berputar ke belakang tetapi cukup sembilan puluh derajat hanya sebatas bahu. Isyarat agar kita memiliki harapan ke masa depan (Future outlook), melihat masa lalu itu perlu tapi sekilas saja sebagai bahan renungan.

“Iman adalah wadah, Jasad adalah Fasilitas, perbuatan adalah isi”

“Minallah, fisabilillah, ilallah (dari Allah, di jalan Allah, dan untuk Allah)”

Wassalammua’alaikum wr. wb

Sumber: Lembar Da’wah Salemba Learning Community

Mari bertafakur, mari bermuhasabah. Jadikan diri lebih indah dengan berserah dan berpasrah hanya pada-Nya. Tetap berusaha dan bersabar tanpa keluh kesah.
Hasbiyallaah.
Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s