Bukankah memang…

Bukankah memang hanya ada dua kemungkinan dan hanya satu yang akan terjadi: ditolak atau diterima. Bukankah tidak hanya kamu yang akan mengalaminya? Mengapaka perlu takut? Heiii, kau tak sendiri. Oh, apa ini tentang masa lalumu itu? Apa ini tentang pengalaman pahitmu itu?
Heiii, bukalah matamu. Kau hidup di masa kini, bukan masa lalu. Ini kesempatan, ingat dan camkan itu. Bersungguh-sungguhlah jika kau ingin mendapatkannya. Adapun nanti hasilnya, cukup kau serahkan pada-Nya. Sungguh, niatmu itu yang menentukan usahamu. Jika kau sungguh-sungguh, tentu usahamu maksimal. Sungguh, niatmu pula yang menentukan sikapmu atas hasil yang nantinya kau dapatkan. Jika kau hanya berniat untuk dunia, maka dunia yang kau dapat dan jika kau tak mendapatkannya, maka kau akan kecewa. Akan tetapi, jika niat ikhtiarmu untuk mencari rida-Nya, insyaAllah apapun hasilnya, kau akan rida dan lapang karena percaya itu yang terbaik untukmu. Jika diterima kau akan bersyukur dan jika ditolak, insyaAllah akan ada ganti yang lebih baik.
Bukankah yang baik menurutmu bisa jadi tidak baik untukmu dan yang tidak baik menurutmu bisa jadi baik untukmu? Bukankah Allah lebih mengetahui mana yang terbaik untukmu? Bukankah Allah tak hendak mengecewakan atau menyusahkan hamba-Nya? Bukankah Allah Maha Penyayang?
Berikhtiarlah dengan ihsan dan berniatlah yang ahsan.

Jadikan kata-kata itu lebih dari sekadar kata-kata. Buktikan itu nyata!

Man shara ‘ala darbi wa shala. Man jadda wajada. Man shabara zafira. 

Laa haula walaa quwwata ilaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim.

Advertisements

3 thoughts on “Bukankah memang…

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s