“Yang terbaik a…

“Yang terbaik atau tidak sama sekali”

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Agaknya diri ini memang sedang diingatkan untuk berlaku dengan benar dan sebaik mungkin, agar tak salah langkah lagi. Pesan itu kurang lebih yang disampaikan oleh Deddy Corbussier dalam Hitam Putih. Pesan yang serupa (mirip) sebelumnya juga saya temukan dalam novel Genghis Khan: Sang Penakluk karya Sam Djang yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. Ibu dari Temujin memberikan nasihat pada anaknya untuk selalu menjadi yang terbaik.

Dalam ajaran Islam, selain memiliki Islam (berIslam) dan iman (beriman), kita juga harus ihsan. Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw pernah ditanya oleh malaikat yang menyamar sebagai seorang manusia tentang apa itu islam, apa itu iman, dan apa itu ihsan. Beliau saw. menjawab apa itu Islam dengan menyebutkan rukun Islam, sedangkan tentang apa itu iman, Rasulullah saw. menjawabnya dengan menyebutkan rukun iman. Lalu, apa itu ihsan? Rasulullah saw. menjawab apa itu ihsan dengan bersabda, “ihsan itu engkau beribadah seakan-akan melihat Allah, jika engkau tidak melihat Allah, maka sesungguhnya Allah melihatmu”.

Ihsan ini merupakan tingkatan akhlak tertinggi dalam Islam. Seseorang yang ihsan pasti selalu melakukan segala sesuatu dengan sebaik mungkin dan semaksimal mungkin. Mengapa begitu? Karena orang tersebut yakin dan sadar bahwa dia selalu diawasi Allah. Walaupun dia tidak bisa melihat Allah, tapi dia sadar bahwa Allah melihat dia dan Allah selalu mengawasinya. Seperti disebutkan dalam buku Super Mentoring Senior, ihsan itu bisa dimaknai secara zahir dengan do the best dalam bahasa Inggrisnya dan secara batin dengan niat yang ikhlas (hanya karena Allah, lillaah).

Sepertinya memang harus dingatkan terus menerus dan disadarkan akan apa yang harus dilakukan. Bagaimana seharusnya berlaku dan bertindak. Agaknya pelajaran berharga itu (hikmah) selalu ada di mana saja, tergantung bagaimana kita mau menerima atau tidak dan bagaimana cara kita menerima. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan petunjuk-Nya dan selalu membukakan dan menajamkan mata hati serta membersihkan hati kita agar mudah mendapat cahaya-Nya dan tajam penglihatan(hati)nya. Aamiin.

Wallaahu a’lam bishshawab.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s