“Terserah Engka…

“Terserah Engkau sajalah…”

Masih terngiang-ngiang kata-kata itu. Entah aku dapat darimana, aku lupa. Yang jelas, ada dorongan dalam diri untuk mengatakannya, tapi seberani itukah aku, sedang aku sadar aku lemah di hadapan-Nya? Tapi, aku hanya ingin mengungkapkan betapa tak berdayanya diri ini terhadap kehendak-Nya (yang terkadang tak sesuai) yang tentunya terbaik untuk hamba-Nya.

Allaahu Rabbii, sungguh, Engkau Mahatahu. Terserah Engkau Allah, apapun dan bagaimanapun kehendak-Mu terhadap hamba-Mu ini, asalkan dengannya Engkau menambahkan kecintaanku pada-Mu. Asalkan dengannya Engkau semakin mencintaiku. Asalka dengannya aku semakin dekat dengan-Mu. Asalkan dengannya aku semakin merasa tak berdaya tanpa pertolongan dan kuasa-Mu. Asal dengannya, aku tetap bersikeras untuk bersyukur dengan segala cara(pandang)ku. Asal dengannya, aku semakin rindu berjumpa dengan-Mu, hamba kecintaan-Mu (Rasulullah saw.), dan semua hamba-hamba yang begitu rindu akan wajah-Mu di syurga.

Jadikan hatiku lapang, Allah. Aamiin.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s