“Apa saja yang mengalir itu selalu menuju tempat yang lebih rendah. Makanya, hidup itu jangan mengalir saja. Ini(hati)-lah yang harusnya mengalir, selalu menuju ke arah yang lebih rendah.” –Ibu Kasiyah

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillaahirrabbil ‘aalamiin. Kuliah pertama di hari pertama–sekaligus minggu pertama masuk kuliah pasca UTS semester 3–yang menyenangkan, bahkan sangat menyenangkan dan melegakan. Bagaimana tidak? Saya atau bahkan mungkin hampir seisi kelas seakan tersihir oleh kata-kata dan penuturan beliau, dosen kami saat menyampaikan materi yang disisipi dengan hikmah, pengajaran, dan menghubungkan materi dengan kehidupan. Meskipun ada kabar yang mungkin kurang baik yang beliau berikan sebelumnya, tapi itu tak mengurangi sedikitpun antusiasme saya (dan teman-teman).

Materi (dalam hal ini Matematika Dasar 2) yang mungkin banyak orang (tidak terkecuali saya mungkin) mengira abstrak dan masih menyangsikan apa manfaatnya dalam kehidupan. Walaupun manfaatnya tidak dirasakan secara langsung, tapi dengan mempelajarinya kita dilatih untuk berpikir secara sistematis dan luas (berpikir banyak kemungkinan yang bisa terjadi, tidak hanya melihat dari satu sisi saja). Bukan integralnya (dan segala bentuk soalnya) yang diperlukan dalam kehidupan nantinya, tapi cara berpikirnya yang dibutuhkan dalam menyelesaikan beragam masalah dan persoalan kehidupan. “Itulah sebenarnya yang diinginkan dari kalian belajar di Fasilkom”, tambahan dari beliau.

“Percayalah, tidak ada yang sia-sia dalam belajar”, begitulah kira-kira salah satu pesan beliau. Ya, memang benar karena Allah sudah menjanjikan tidak ada satu pun kebaikan (sekecil apapun) yang sia-sia, semuanya pasti ada balasannya. Seperti firman Allah dalam surat Az-Zalzalah ayat 7 yang artinya, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” Bukankah menuntut ilmu itu suatu kebaikan? Bahkan Allah mewajibkan umat muslim untuk menuntut ilmu. Tentunya, ilmu untuk kemaslahatan bukan untuk maksiat (na’udzubillaahimindzalik).

Oh ya, ada lagi satu pesan beliau, kurang lebih begini:

“Masalah yang kalian miliki saat kalian merasa sangat sulit belajar sesuatu adalah kalian menolak ilmu itu atau kalian tidak memilikinya atau tidak menjadikan ilmu itu bagian diri kalian atau kalian tidak yakin dengan ilmu itu. Milikilah ilmu yang kalian pelajari*. Untuk bisa memlilikinya, kalian mesti meyakininya dan tidak bisa (sangat sulit) kalian bisa meyakininya tanpa paham dan mengerti ilmunya.”
Jadi, pelajarilah ilmu dan pahami (secara mendalam) lalu yakini dan miliki ilmu itu, maka ilmu itu akan menjadi salah satu bagian dari diri kalian.

Alhamdulillah, terima kasih lagi (dan lagi) saya haturkan pada beliau atas segala petuah dan hikmah yang diberikan. Semoga Allah membalas semua kebaikan beliau dan semoga Allah senantiasa melimpahkan kasih sayang dan rahmatnya baik langsung maupun tidak langsung melalui orang-orang di sekitar beliau. Aamiin.

Semoga bermanfaat. 🙂

===============

*kalimat ini beliau dapatkan saat beliau berkunjung ke Gontor, Jawa Timur.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s