masyaAllah 🙂

“Saya dulu pernah kerja di instansi pemerintah, ketika itu gaji lumayan, kerjanya hanya bikin paper, paper dinilai, naik pangkat. Tapi saya tidak bahagia. Lalu saya memulai sebuah usaha dan mempunyai karyawan-karyawan. Dan ketika ada karyawan yang bilang sudah mulai cicil rumah, sudah bisa menghidupi keluarganya, hati saya bahagia. Dari sana bahagia berasal” – Ita Budi Radiyanti, eksportir.

Beliau bukan seorang artis TV yang terkenal, profesor universitas ternama, atau pendiri partai besar. Beliau adalah seorang pengusaha berusia separuh baya berjiwa selalu anak muda. Usahanya bukan tentang hal-hal elit seperti J.Co-nya Johnny Andrean atau parfumnya Choco Channel. Usahanya juga belum menjadi seuniversal dan sekaliber Bakrie Group-nya Aburizal Bakrie atau Google-nya Larry Page. Bu Ita adalah seorang pengusaha eksportir “sampah”. Yang beliau ekspor adalah sampah botol plastik yang di Cina akan dijadikan benang, kotoran kelelawar yang di Amerika akan dijadikan pupuk, atau tulang-tulang ikan yang dikirim ke Jepang dan di sana dijadikan pupuk organik…

View original post 273 more words

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s