“Kau suka matahari ya, N…

“Kau suka matahari ya, Nak?”, tanyanya.
“Ahh, iyakah? Sepertinya tidak berarti begitu juga. Hanya saja, aku suka caranya mengisi ruang kosong, menerobos setiap celah”, jawabku berdasarkan pemikiranku saat itu.
Benarlah memang (baru kusadari), sinar matahari mengajarkan kita cara untuk mengisi kekosongan (orang lain, bisa saja), menerobos setiap celah untuk menerangi dan menghangatkan sekaligus.
Ah ya, lagipula. Lukisan-Nya memang indah. Terkadang bahkan sering (atau malah selalu), jika diperhatikan pasti ada spot-spot dengan ‘angle’ tertentu yang memang menampakkan keindahan itu.

Percakapan pagi hari..

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s