Harusnya aku bisa belajar…

Harusnya aku bisa belajar dari masa lalu. Mengapa aku bisa jatuh, padahal sebenarnya aku bisa lebih baik? Bagaimana membangun di awal itu tidak serta merta mudah, tapi perjuangan itu berbuah manis. Lalu dengan mudahnya tumbang karena masalah ketidaklapangan hati akan kenyataan yang katanya manis? Benar manis, tapi mental harus kuat. Ketidaksyukuran itulah yang membuat kemunduran. Mengapa mesti melakukan pembuktian terbalik? Pembuktian yang justru nyata menjatuhkan. Padahal, cukup dijaga, dipertahankan, dan ditingkatkan kebaikan yang ada walau memang tidak mudah. Aku tahu aku keliru karena pikiranku sebelumnya keliru. Harusnya aku bersyukur. Bagaimanapun caranya mesti mencari sebanyak-banyak alasan untuk bersyukur sampai bisa mengalahkan egoku yang buruk. Tidak ada lagi pembuktian terbalik yang menjatuhkan.
Sekarang, saatnya menemukan kembali motivasi pembangun seperti semula. Pandai-pandai bersyukur, husnudzon, berjuang, sabar, istiqamah, dan tawakal.
Masa lalu yang baik bisa dijadikan pelajaran bagaimana seharusnya diri ini melangkah. Masa lalu yang buruk mengajarkan untuk menelaah apa yang sebenarnya kurang dan keliru dalam diri untuk dihindari agar tidak terulang.
Satu hal yang selalu menenangkan dan menyenangkan jika selalu ingat dan melakukannya: bersyukur.
🙂

Belajar bersyukur 🙂

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s