Menyenangkan sekali melih…

Menyenangkan sekali melihat bulu-bulu berlomba untuk berdiri tegak (sembilan puluh derajat). Entah sudah pernah ada atau belum yang benar-benar tegak sembilan puluh derajat. Setidaknya, aku jadi teringat kalau dulu pernah belajar tentang indera kulit dan respon bulu rambut saat suhu udara di sekitar dingin.

Yeah, untuk ke sekian kalinya dinginnya kampung halaman begitu menusuk membuat bulu-bulu rambut di kulit berlomba untuk berdiri. Tidak hanya itu. Pori-pori kulit pun timbul ke permukaan kulit (iyalah, masa’ permukaan air :o) menjadi ‘il-bintil kecil dan menjadikan (kulit) terasa kasar. Alhamdulillah, masih bisa merasakan dingin seperti ini. Mungkin saja suatu saat nanti aku akan merasakan suhu udara yang lebih dingin dibanding (di kampung halamanku) ini. Di luar negeri mungkin πŸ˜€ (aamiin). Ya, setidaknya ini menjadi penyeimbang suhu udara yang panas dan membuat gerah di tempat rantauku. Hihiii πŸ˜€ (seenaknya saja :p)

Oh ya, jadi teringat sesuatu. Bagaimana rasanya orang yang tidak punya bulu ya? Apalagi kalau sebenarnya punya bulu, tapi dicabuti biar kulit mulus. Emang ga sayang sama tubuh ya? Emang enggak takut dingin gitu (kalau suhu udara lagi dingin)? Bulu ramput kan membantu menghangatkan tubuh juga ya? Hmm.. Astaghfirullah. Terserah saja lah ya, masing-masing ngerasain sendiri kan ya, hehe.. Hanya mengemukakan pendapat saja kok. πŸ™‚

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s