belajar gadhul bashar 🙂

_Goresan pena Ra_

“Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, pasti akan mendapatimu, kendati kamu bersembunyi di balik benteng yang kokoh“

Salah satu ayat Al Qur’an itu tampil di beranda facebooku, ada getar lain saat membacanya. Astaghfirullah, kenapa rasa itu masih ada, bukan , bukan karena esensi kalam Allah yang membuatku tersentuh.. aku bahkan tak memikirkan apa inti dari kalimat penuh makna tersebut, sungguh picik hati ini, istighfar tak henti kulapadzkan, berharap Allah mengampuni segala nostalgia yang terlarang ini.

Kupikir tak salah menceritakan duduk perkaranya, dia, ikhwan yang menuliskan ayat itu pernah menawan hatiku, ahh bukan hanya pernah tapi masih kurasa.

Sore itu, hujan rintik-rintik mengiringi perjalanan kami, Jalanan kota Jakarta memang ramai dengan lalu lalang kendaraan, macet ceritanya, sepertinya karena banyak orang yang pulang kerja, tapi waktu itu kan sabtu? mungkin penduduk Jakarta sedang menikmati weekend, sama sepertiku, tentu titik fokus ceritaku ini bukan perjalanan diiringi gerimis yang membelah Ibukota, tapi bersama siapa…

View original post 918 more words

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s