Hijrah untuk Lebih Baik, Insyaallah :)

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Rindu, itu pasti

Rindu akan memori yang lalu

Rindu akan angin yang dulu menerpa, menyapa lugu

Rindu hujan yang menghujam lembut, meski dingin, sejuk

Rindu, ya

Rindu akan memori yang lalu

Rindu kebersamaan, rindu keceriaan, rindu kebisingan

Bersama mereka yang dulu biasa bersama

Rindu sapaan angin yang membelai lembut, mesra menyapa

Rindu itu memang ada, tapi itu bukan berarti mati

Rindu itu hanya hiasan mimpi atau hiasan hidup mungkin

Ketika rindu menyapa, kubiarkan saja dia

Kusambut ia, meski terkadang pilu terasa, tapi itu tak kan lama, insyaAllah

Hanya sebentar karena aku akan segera menemukan obatnya, insyaAllah

Kuingat tujuanku lagi

Ya, aku hijrah, mesti hijrah, dari kegelapan ke terang cahaya

Meski tak serta merta terang, tapi ku yakin dengan izin-Nya bisa

Hijrah, hijrah untuk mendapat rida-Nya

Hijrahku untuk bentuk diri lebih baik

Hijrahku untuk lebih dekat dan dekat lagi dengan-Nya

Karena sekali lagi aku rindu

Rindu, rindu ini bukan rindu yang itu, yang tadi

Rindu ini berbeda, jauh lebih dalam kurasa

Aku rindu, rindu hangat-Nya, rindu tentram-Nya

Aku rindu cahaya-Nya, rindu bisikan-bisikan kebaikan dari-Nya

Ya, aku mesti hijrah

Hijrah untuk rinduku yang ini

Meski rindu itu, tapi rindu ini lebih dan lebih

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Oh Allah, hanya dengan izin dan kuasa-Mu

Sungguh, aku tak dapat berbuat apapun kecuali atas kehendak-Mu

Aku mohon, perkenankanlah kuukir kembali mimpi-mimpiku

Kurajut kembali harapan-harapanku

Kukumpulkan kepingan yang berserak

Izinkan kumulai semuanya

Izinkan aku memulai yang baru

Izinkan aku hijrah untuk diriku lebih baik.

Aamiin.


Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri[342], (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?.” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,

kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah).

Mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

” ” (QS An Nisaa ayat 97-100)

=============
[342]. Yang dimaksud dengan orang yang menganiaya diri sendiri di sini, ialah orang-orang muslimin Mekah yang tidak mau hijrah bersama Nabi sedangkan mereka sanggup. Mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar; akhirnya di antara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu.

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s